Senin, 18 September 2017

Feature


CANTIK, HANGAT, PINTAR
Sepenggal kisah dari “Tania Pramayuani”

By : Ari Gallih

“Kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau menciptakan sesuatu yang bernilai dalam suatu budaya”Howard Gardner

P
roses memang tidak pernah menghianati hasil. Ini terbukti dari sepenggal cerita dari mahasiswi yang menorehkan hasil memuaskan di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Walaupun bisa dibilang, dara 20 tahun ini meniti masa kuliahnya di kampus yang sederhana, tetapi nyatanya dalam hal belajar, dia tekuni secara giat dan maksimal. Lahir di Tulungagung, kota kecil di pesisir wilayah Jawa Timur pada 30 Maret 1996, dara cantik ini tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat yang religius. Ini terbukti dari sikap kesehariannya, yang memegang teguh keimanan dimanapun dan kapapun ia berada. Selain mengklaim sebagai wujud rasa syukur akan nimat dari Tuhan, sikap religius ini juga merupakan cermin dari perilaku dalam aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Hal ini pula yang melatarbelakangi anak dari pasangan pak Tukani dan ibu Yulis ini untuk tetap eksis di  bangku diniyah. Disaat teman-teman seusianya lebih memilih hangout atau malah memilih kursus, ia malah memilih meneruskan menimba ilmu agama. Selain bermanfaat untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari, ilmu agama ini juga bermanfaat ketika berada diakhreat kelak.
            Dara berhijab ini sekarang tengah menempuh jenjang pendidikan Strata 1 (S1) di kampus IAIN Tulungagung, semester 5 di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Masuk sebagai mahasiswi yang pandai dikelas, hampir semua ilmu pengetahuan ia kuasai, termasuk dalam urusan ilmu agama. Selalu aktif bertanya dan mengemukakan gagasan adalah ciri khas dara berkulit sawo langsat ini. Sifatnya yang hangat dan selalu tersenyum ini, membuat semua teman maupun dosen ketika mengajar nyaman dan cukup antusia untuk menyanggah gagasan dari dara yang satu ini. Maka tak heran jika selepas Ujian Akhir Semester  (UAS), nilai yang ia peroleh selalu diatas teman-teman yang lain. Selain itu hampir semua dosen yang mengajar kenal dengan sosok yang ramah ini.
            Dipetak rumah yang cukup luas ini, Tania, begitu teman-teman dan orang sekitar memanggilnya, hidup bersama ibunya. Dari ia bangun di pagi hari sampai terlelap dimalam hari. Cukup padat aktivitas yang ia lakukan setiap harinya, mulai dari membantu orang tua, sampai menjadi aktivis di desanya. Dari tuturnya dara yang hangat ini mengikuti organisasi ke-Islam-an yang ada didesanya. Selain untuk menambah teman, organisasi ini juga sebagai tempat ia belajar, baik dalam hal keilmuan atau keorganisasian, lanjut tuturnya. Memang, menurut penuturan salah satu rekannya, sosok Tania ini selain ia hangat kepada setiap orang, (ini penulis juga merasakan sifat hangat dari Tania ini, ketika penulis mewawancarainya waktu itu, begitu ramah, terbuka kepada penulis) selain itu ia juga pandai dalam mengolah kata-kata, karena hal itu pula ia juga mempunyai banyak teman.
            Dalam kesibukan yang lain, dara cantik ini juga mempunyai hobi memasak. Dalam sesi wawancara dengan Hitz, Tania mennceritakan bahwa ia suka sekali memasak, berbagai makanan ia masak, mulai dari makanan untuk ia makan sehari-hari atau yang lebih ia suka adalah memasak kue dihari lebaran. Mungkin hal ini wajar, berhubung Tania juga sorang waita, ada naluri untuk memasak, karena ada etis masyarakat yang mengharuskan wanita itu pintar memasak. Jika seorang wanita tidak pandai memasak atau bahkan tidak bisa memasak, maka ada pandangan yang kurang baik terhadap wanita itu sendiri. Selain itu, jika kita pandai memasak, selain lebih hemat kita tahu dengan selera kita dan lebih terjamin higenis dari pada kita membeli makanan dari luar. Tetapi meski ia mempunyai hobi memasak, yang tidak dapat dipungkiri dari sosok Tania ini adalah, pandainya ia dalam mengolah kata, menjadi sebuah frasa yang dapat dimengerti oleh orang lain, baik dalam bentuk vocal (suara) atau pun karya tulisan. Dari hal itu, penulis mengambil benang merah bahwa selain memasak ada hobi lain yang selalu digandrungi oleh dara berparas Jawa kental ini, yaitu membaca dan menulis.
            Ada hal cukup menarik dalam ia belajar menurut penulis. Bagaimana tidak, disamping kewajibannya membantu orang tuanya, dan juga kesibukan lainnya, Tania masih menyempatkan unnutk belajar dan membaca buku. Dalam beberapa waktu juga, ia juga sering menerbitkan berbagai tulisan di akun blog pribadinya. Kembali topik unik dalam ia belajar. Penulis mngatakan ada kebiasaan unik yang dilakukan oleh Tania ini. Dari penuturannya seraya penulis menyeruput secangkir kopi hangat, ia biasanya belajar pada pukul 22.00 WIB, itu ia pergunakan unutk mengerjakan tugas-tugas kuliah, dan unutk membaca dan belajar unutk kuliah esok hari ia menjadwalkan pukul 02.00/03.00 WIB yang kadang ia lanjutkan dengan sholat tahajud dan sholat subuh. Yang menjadi hal unik disini adalah, ia tidak meninggalkan kewajibannya dalam hal belajar, dan ia menyempatkan waktu pada waktu yang sekiranya remaja seusianya lebih memilih untuk terlelap dengan alasan capek dengan rutinitas yang ia lakukan, atau ada pula yang sekedar berkumpul dengan teman-temannya ditongkrongan tanpa memikirkan untuk belajar.
            Penulis memang pernah mendengar sebuah studi yang mengatakan bahwa belajar di waktu pagi hari dapat meningkatkan kinerja otak secara maksimal. Selain itu menurut ceramah ilmiah dari Bapak Ngainun Naim, selaku dosen di IAIN Tulungagung juga berpendapat, waktu belajar di pagi hari juga akan mempunyai daya tampung ingatan yang cukup besar sehingga waktu nanti dikelas, ilmu yang sudah dibaca sekiranya dapat diingat dan dijelaskan di kelas. Hal ini sebelumnya sudah dibuktikan oleh Bapak Ngainun Naim sendiri, beliau menciptakan karya tulis dan mempersiapkan materi mengajarnya pada waktu sedemikian rupa, dan hasilnya apa yang beliau sampaikan cukup menarik minat mahasiswa didalam kelas. Meskipun itu tidak terlepas dari sikap dan sifat  dari pribadi masing-masing, akan tetapi unutk memaksimalkan kinerja otak memang itu sudah dibuktikan dari para ahli.

            Diluar kesibukkan dalam kuliah dan juga aktivis diorganisasi ke-Islam-an yang diuleninya, dara asli tulungagung ini juga menyempatkan diri untuk bergabung kelompok belajar mengajar atau lembaga kursus didesanya. Dalam aktivitasnya itu, Tania membagikan ilmu yang sudah dimilikinya kepada anak-anak yang ikut serta menjadi anggota lembaga tersebut. Banyak yang ia peroleh selama ikut serta disana, “sukanya ketika melihat anak-anak itu mendapat nilai yang bagus dan berprestasi di sekolah” begitu tuturnya, “tetapi yang kadang aku sendiri sedih, karena belum maksimal membagi waktu, yang kadang mereka aku tangguhkan untuk kesibukan ku yang lain” lanjutya. Memang dara satu ini bisa dibilang cukup berprestasi, torehan nilainya tidak ada yang dibawah, semua mendekati sempurna atau bahkan sempurna, temen-teman dan keluarga juga mengakui akan prestasi Tania. Maka tak heran jika anak didik Tania juga mempunyai prestasi yang baik disekolah. Disitulah ada kebanggaan tersendiri bagi Tania, karena memang ia tidak pernah mulu-muluk dalam menjalami kehidupan. Itulah sepenggal cerita mengenai dara asli Tulungagung yang berprestasi di kelas dan loyal di luar. Ada cerita yang unik dari perjalanan dara yang satu ini, dimana memang proses itu tidak pernah menghianati hasil, bagaimanapun caranya.[]

SANTAI, ORISINIL, TANPA MENGURANGI BOBOT BERITA


Oleh : Gallih Ari Fadli
            Dewasa ini perkembangan teknologi menjadi suatu hal yang tidak dapat dielakkan. Manusia seakan sudah terwabahi oleh virus teknologi. Dalam realitas  kehidupan, manusia tidak dapat terpisah dari teknologi. Ketergantunga teknologi seakan menjadi suatu kewajaran, karena akan dipersepsikan menjadi manusia modern yang mngenal teknologi, bukan manusia tradisionalis yang kolot. Tetapi perlu digaris bawahi, perkembangan teknologi juga mempunyai pengaruh yang kuat dalam tatanan masyarakat. Oleh karenanya, perkembangan teknologi seakan menjadi paradoks tersendiri dalam  masyarakat. Tertapi memang dalam eksistenainya tidak dapat terpisahkan dari pengguna (manusia itu sendiri).
            Perkembangan teknologi ini juga mewabah sampai pada media komunikasi. Diera 70-90an akhir, media komunikasi berkembang dan menyesuaikan diri dengan masyarakat. Perkembangan ini meliputi dari, muatannya, cangkupannya, sampaipada rentan waktu media komunikasi ini dapat diterima oleh khlayak.
            Dalam perkembangannya memang media penyiaran lebih unggul dibandingkan media cetak. Karena dalam media penyiaran selain dapat mendengar suara objek, juga dapat melihat objek tersebut, salain itu dalam berbagai kondisi media penyiaran dapat bersifat sangat update. Meskipun begitu, media cetak tidak kalah tenar, ini terbukti dari masih eksisnya beberapa perusahan media cetak, baik Koran maupun majalah. Selain itu unutk menarik minat baca masyarakat, media cetak kini merambah kedalam dunia maya, yaitu dengan menggunakan fasilitas teknologi berbasis internet. Dengan ini, diharapkan eksistensi media cetak tidak luntur dan mampu berdaing dipangsa pasar beriringan dengan media penyiaran.
            Ada berbagai tulisan atau naskah penulisan berita dalam media cetak. Mulai dari headline news, opini (baik jurnalis ataupun masyarakat), artikel, dan feature, yang semuanya dibedakan menurut format dan juga cara seorang jurnalis mencari berita itu. Bisa dengan terjun langsung ke lokasi kejadian dan mengamati segala yang ada di sekitar lokasi sehingga dapat menemukan berita yang bagus untuk antinya dapat dimuat dalam media cetak. Selain itu juga dapat melalui literasi-literasi yang itu nantinya unutk menunjang opini dari penulis. Tetapi tipe penulisan naskah berita yang paling eksentrik adalah feature. Ini dikarenakan dalam muatannya yang berbeda dengan headline atau format penulisan naskah berita lainnya. Dengan pembahasaan yang lebih soft tetapi pesan dalam berita juga tidak hilang. Dalam penulisannya juga, sebuah objek akan dikupas secara mendetail sehingga pembaca akan tau bagaimana kondisi sebenarnya dari objek tersebut.
Apa itu ´feature´ ?
            Dalam bahasa inggris kata Feature, mempunyai artian sesuatu yang menunjukkan kualitas maupun kuantitas dari sebuahh objek. Hal ini dijelaskan dalam bahasa Indonesia yaitu, kata fitur. Pembahasan mengenai kata fitur ini merupakan penjelasan mengenai objek tertentu yang mempunyai beberapa ciri khas, atau dapat pula berhubungan dengan pemasaran suatu produk. Sehingga dalam dialektiknya, fitur ini akan menjelaskan beberapa poin penting yang memuat dari objek tersebut. Penjelasan mengenai poin tersebut, biasanya dilakukan dengan santai, karena tujuan dari penggunaan fitur ini unutk memnginfokan suatu objek agar masyarakat dapat tertarik sehinga dalam relaitasnya masyarakat akan berbondong-bondong unutk memperhatikan objek terkait.
            Penggunaan feature ini, terdapat pula dalam penulisan naskah berita dalam media certak ataupun online. Sesuai dengan artian katanya, feature dalan berita juga akan menjelaskan mengenai beberapa poin penting dalam sebuah berita. Menurut LeSPI, feature adalah tulisan hasil dari reportasi yang bersifat informative, edukatif, meyakinkan serta dapat menggugah simpati dan juga empati dari pembaca. Karena feature berbeda dengan headline news dan tbukan termasuk dalam kategori straight news, maka dalam penulisan fearture juga tidak ada batasan kata atau terkungkung pada 5w+1H. Sehingga dalam pengaplikasiannya, feature tidak mempunyai rentang waktu dan bisa dinikmati secara kontinu
            Secara umum, feature sangat sulit dibedakan dengan beberapa tipe penulisan lainnya. Karena sudah dijelaskan diatas, dalam penulisan feature sendiri terbilang cukup santai, tetapi tidak mengurangi bobot dari berita itu sendiri. Sehingga perlu memahami lebih teliti lagi, apakah naskah yang terdapat dalam sebuah media massa, baik cetak dan online termasuk feature atau artikel
Pentingnya feature dalam berita
            Perkembangan teknologi tak dapat terelakkan, pertumbuhan manusia juga kian meningkat dalam berbagai bidang. Berangkat dari hal itu, perlu adanya sebuah hiburan yang lebih santai tetapi tidak mengurangi esensi informatif dan edukatif. Hiburan yang dapat dinikmati secara terus menerus tanpa ada kengkangan rentang waktu. Sehingga masyarakat masih dapat menikmatinya walaupun dalam kondisi apapun dan dimamapun.
            Hal ini lah yang akan mengawali terbentuknya feature. Dimana dalam penulisan sebuah teks berita disajikan dalam format yang lebih santai, yang terkadang, usil, jahil, menggigit bahkan menyentil, tetapi tidak mengurangi atau menghilangkan esensi dari berita itu sediri. Masyarakat membutuhkan konsep berita yang dapat membuat ia terpana, terpesona, sehingga dalam benaknya akan mengikuti atau melakukan aktivitas, sesuai dengan yang ada didalam naskah feature tersebut. Karena hal itulah, yang menjadi sasaran feature adalah simpati dan empati dari pembaca, yang pada akhirnya akan menimbulkan human interest.
            Dalam perkembangan masyarakat dewasa ini, tidak semua pembaca berita menyukai naskah yang tegang meskipun itu sesuai dengan fakta. Tetapi dalam beberapa kasus pembaca lebih menyukai penulisan berita dengan penggunaan bahasa yang ringan, dijelaskan secara detail dan yang pasti bukan fiksi (karangan pribadi si penulis). Sehingga dalam hal ini, pembaca akan tertarik dan baik secara sadar atau tidak akan menuruti informasi yang disajikan didalam feature. []   

Kamis, 22 Desember 2016

[Makalah] Islam di Amerika


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, pengkajian mengenai Islam pada abad ini sedang gencar dilakukan. Banyak dari ahli filsafat para pakar melakukan riset mengenai agama yang mengklaim dirinya sebagai agama yang paling benar dan sebagai petunjuk manusia dari kehidupan di dunia. Ini membuat banyak wacana yang mengatasnamakan Islam. Karena hal tersebut banyak pula organisasi yang menyangkut dirinya dengan agama Islam dan memberikan tafsiran yang berbeda (tidak sesuai al-Quran dan hadits).
Kajian mengenai Islam jauh lebih banayak dilakukan oleh orang-orang barat yang cenderung beragama non-Islam. Mungkin ini suatu keprihatianan atau malah satu kebanggaan tersendiri bagi agama Islam. Kaum muslimin di Timur ada tanpa kehadiran Islam. Sedangkan Islam di Barat ada tanpa kehadiran kaum muslimim1. Mungkin akan menjadi suatu kebanggaan jika ketika para pengkaji tersebut setelah emalakukan kajian memberikan andil yang besar bagi agama Islam dalam perkembangannya dan kemajuannya.
Tapi ini akan terlihat terbalik pada realitanya. Islam yang mengaku sebagai agama kedamaian, malah memberikan teror2 yang cukup menggemparkan dunia sejak dari awal perkembangana di daerah gurun Arab sampai sekarang yang telah menyebar di seluruh dunia. Dengan mata Islam sekarang ini, seharusnya kaum muslimin malu keadaan seperti ini. Pandangan Islam itu garis keras, penuh dengan pemaksaan, doktrin foundamental dan sejrah yang penuh dengan peperangan membuat deretan panjang sejarah Islam di mata dunia.
Namun perlu dipahami bahwa Islam melakukan kegiatan penyebaran (dakwah) karena ada hal yang mendorong mereka melakukan. Atas dasar ideologi yang kuat dan klaim kebenaran dakwah dilakukan oleh kaum muslimin demi mempertahankan ajaran mereka yang sudah ada sejak 500 bahkan 800 tahun yang lalu. Seperti agama lain yang dianggap sebagai kebutuhan primer3, maka agama Islam mengkukuhkan ideologinya ke mata dunia. Ini bersumber dari sejarah awal adanya agama Islam, dan nabi Muhammad sebagai pengantar wahyu ini dengan tujuan meluruskan manusia agar tidak tersesat dalam kehidupannya.
Kajian yang paling banyak dilakukan oleh para ahli berupa kajian mengenai kaidah dan ideologi. Namun ada pula kajian mengenai sejarah peradaban Islam. Karena kita ketahui bahwa Islam mampu menyelaraskan diri dengan budaya yang ada di dunia. Bahkan Islam mampu berkembang dan membuat peradaban di negara super power Amerika. Disana Islam mampu maju dan malah menduduki perinkat kedua dari persentase penduduk di Amerika. Meski demikian tapi Islam di Amerika masih perlu meningkatkan lagi perkembangannya, sehingga Islam dapat menjadi agama terbesar di Amerika.
Meski Islam mempunyai image buruk di Amerika, namun itu tidak membuat patah semangat untuk terus melebarkan peradaban Islam. Meski sempat diberitakan oleh CNN4, bahwa Islam adalah agama teroris dan dapat mengancam penduduk Amerika sehingga muncul istilah Islamophobia  di kalangan masyarakat Amerika ini tidak membuat gencar peradaban Islam yang berkembang di Amerika. Justu itu akan menjadi sebuah tantangan bagi Islam agar bisa berkembang di Amerika. Sehingga Amerika bisa dikuasi oleh orang-orang Islam, dalam artian ideologi dan peraturan yang dipakai merupakan kaidan Islam. Peristiwa mengenjutkan jika menelaah tingakt religiusitas umat Muslim yang ada di Amerika5. Dengan kebiasaan seperti itu tak diherankan Islam mampu berkembnag dengan pesat di negeri Uncle Sam itu. Meski tak terelakkan juga bahwa perjuangan dan usaha yang extra juga dikerahkan dalam membangun kepercayaan masyarakat Amerika terhadap agama Islam. 

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah mengenai Islam di Amerika ?
2. Bagaimaana perkembangan Islam di Amerika ?
3. Apa saja kemajuan Islam di Amerika ?
4. Apa saja hambatan Islam di Amerika ?

A. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui sejarah mengenai Islam di Amerika.
2. Untuk mengetahui perkembangan Islam di Amerika.
3. Untuk mengetahui kemajuan Islam di Amerika.
4. Untuk mengetahui hambatan Islam di Amerika.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Islam di Amerika
Sejarah adalah suatu cerita yang ada dimasa lalu, dan diceritakan kembali pada masa sekarang sesuai dengan gaya cerita masing-masing. Sebuah sejarah tak ubahnya seperti dongeng yang diceritakan orang tua kepada para anak-anaknya. Selama si anak tidak tahu mengenai kebenaran dongen tersebut maka selama itu pula dongen itu di amini. Begitu pula sejarah, selama sejarah itu tidak dikaji dan tetap sesuai dengan cerita yang ada, maka sejarah itu akan tetap mandeg dan hanya sebua omongan cerita belaka.
Sejarah (baca : dongeng) yang dikaji akan memunculkan sesuatu yang baru, karena mungkin saja sejarah itu hanya sebuah sensasi yang diciptakan oleh individu atau kelompok dalam mewujudkan tujuannya. Bisa juga sejarah itu sebagai alat propaganda terhadap individu atau kelompok untuk menjatuhkan individu atau kelompok lain. Dengan adanya pengkajian itu dapat dietahui apa motiv dari terciptanya suatu sejarah yang di amini oleh khalayak banyak.
Sejarah Islam dimulai di titik dimana secara geografis serta kebudayaan saat itu sangatlah buruk. Perlahan Islam merangkak naik dan memperkenalkan diri melalui utusan yaitu seorang Nabi terakhir. Meski mengalami pasang surut dalam perkembangannya, Islam tidak goyah dan patah semangat untuk bisa menyebar sampai seluruh penjuru dunia. Dan ini dibuktikan dengan menyebarnya Islam sampai di Amerika. Ini merupakan sesuatu yang membanggakan, karena di negara yang besar dan menjadi pusat dunia, Islam mampu berkembang dan membentuk suatu peradaban. Tapi meski begitu, peran Islam di dunia barat khususnya Amerika tidak jau dari peran pendahulu bangsa muslim. Sampai saat ini masih adanya tumpang tindih dan juga berbagai ketimpangan yang terjadi menyangut persoalan sejarah perkembangan Islam di Amerika. Situasi ini membuat sebagian golongan geram dan karenanya dilakukan penelitian serta beberapa kajian mengenai sejarah masuknya dan perkembangan Islam di Amerika.
Dari beberapa hasil kajian itu dapat ditemukan beberapa teori terkait sejarah masuknya Islam di Amerika. Dan dari beberapa hasil tersebut membuat terkejut para cendikiawan muslim yang meneliti sejarah perkembangan Islam di Amerika. Mereka menemukan fakta yang membuat mereka berfikir ulang mengenai Islam, khususnya yang ada di Amerika. Namun, apalah gunanya fakta jika dapat ditutupi dan dirubah karena itu merupakan suatu aib bagi golongan tertentu. Maka dari itu beberapa fakta mengenai Islam di Amerika ditutupi dan sedikit ditekan meski tidak menyinggung persoalan kaidah doktrin.
Dengan menelik beberapa teori mengenai sejarah masuknya Islam serta perkembangannya di Amerika, diharapkan agar manusia lebih mengerti mengenai Islam dan juga sejarah masuknya Islam di Amerika. Beberapa teori yang manyangkut sejarah Islam di Amerika.
Isu yang kembali mencuat adalah peradaban Islam dinegara adidaya  Amerika. Keadaan yang kembali memanas karena ulah seorang calon presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa, ia akan menolak Islam untuk masuk negara super power tersebut. Ini jelas mengundang kontroversi bagi penduduk dunia khususnya pemeluk agama Islam (muslim). Para intelektual khusunya intelektual muslim mulai mengkaji mengenai peradaban Islam di Amerika.
Banyak asumsi mengenai sejarah peradaban Islam di Amerika. Bahkan ini sangat bersangkutan dengan sejrah awal penemuan benua Amerika itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa benua Amerika ditemukan oleh Chisthoper Collumbus6 seorang dengan kebangsaan Spanyol yang sedang mencari rempah di disepanjang dataran India dan mendarat di dataran Amerika. Dan disamping itu nahkoda serta para awak kapal yang di tumpangi oleh C.Collumbus merupakan orang-orang dara kebangsaan Timur Tengah dengan agama Islam. Sehingga ketika mendarat di dataran Amerika doktrik agama Islam juga disebarkan disana.
Namun ada pula asumsi yang mengatakan bahwa jauh sebelum collumbus datang ke dataran Amerika, para penduduk asli Amerika yaitu suku Indian ada yang sudah menganut ajaran Islam yang disebarkan oleh intelektual dari Spanyol. Dari sejarah-sejarah itu tentunya kita semua sepakat kalau Islam di Amerika sudah berkembang dari abad ke 18, setelah pecahnya Perang Dunia I dan II. Para budak-budak muslim7 dibawa oleh orang-orang Eropa menuju dataran Amerika, sehingga mereka dapat membentuk suatu peradaban yang baru. Disana para budak-budak itu perlahan-perlahan membangun komunitas dan mulai memperjuangkan kemerdekaan dan hak asasi terhadap sesama manusia.
Fakta yang ada, bahwa abad 16 sampai 18 di Amerika Utara telah terdapat pemukiman muslim dari Afrika, dan pada akhir abad ke 19 mulai banyak orang Islam yang datang ke Amerika. Sebagian tetap mempertahankan identitas muslimnya dan membentuk masyarakat yang tersebar di beberapa kota Amerika dan Kanada, mereka ini antara lain datang dari Balkan. Karena surutnya imperium Usmaniah dan sebagian lagi datang dari  Siria, Turki, Kaukasia,  Rusia Selatan dan beberapa negara jajahan Prancis, Inggris dan Italia. Selesai perang dunia ke II, ketika terjadi perpecahan dan peperangan di beberapa negara Islam seperti Siria - Mesir pada tahun 1961, India dan pakistan pada tahun 1965 serta perang antara bangsa Arab dan Israil pada tahun 1967, terjadilah imigrasi dalam jumlah yang besar dari negara-negara Islam ke Amerika dan negara barat lainnya. Di samping itu terjadi pula imigrasi dari negara-negara yang pemeluk Islamnya minoritas, seperti dari dataran Cina, Srilangka, Kamboja dan negara lain dari Asia dan Afrika.  Puncak terjadinya imigrasi, terjadi pada tahun 1968 ketika Mesir mengumumkan imigrasi secara legal, maka ratusan ribu umat Islam profesional dari tingkat menengah ke atas berdatangan ke Amerika. Menonjolnya Amerika Serikat di pentas dunia politik, juga menarik perhatian mahasiswa Islam dari berbagai  negara,  mereka bergaul dan bekerja dan bahkan ada yang menetap dalam waktu yang lama, ikut mewarnai pertumbuhan dan perkembangan Islam di Amerika, dan pada tahun 1986 sekitar 750.000 mahasiswa muslim menuntut ilmu di Amerika.
Fakta lain yang membantah persepsi masyarakat dunia mengenai orang pertama yang datang ke Amerika C.Collumbus adalah sekitar abad ke 16, di mana Estevánico dari Azamor adalah Muslim pertama yang tercatat dalam sejarah Amerika Utara8. Namun para peneliti lebih menganggap bahwa Islamm ulai membentuk peradabn di Amerika pada abad ke 18 ketika migrasi besar-besaran dilakukan umat muslim di Timur Tengah karen keadaan yang tidak stabil.
Selain fakta tersebut telah ditemukan juga peninggalan-peninggalan yang diklaim sebagai hasil cipta orang, muslim di Amerika adalah bukti sejarah suku Indian Cherokee9 yang telah memperdalam agam Islam jauh sebelumm C.Collumbus datang ke Amerika. Bhakan dalam berbagai pernyataannya Collumbus menyatakan pernah melihat masjid yang megah disepanjang garis pantai Mexico, Nevada dan sekitarnya. Ia juga mengatakan bahwa orang-orang karibia adalah pengikut Nabi Muhammad SAW. Sungguh bukti yang mengejukan bahwa sejarah yang pada awalnya menyatakan bahwa Chistopher Collumbus penemu benua Amerika dibantah oleh pernyataan dari collumbus itu sendiri.
Memang jauh sebelum Collumbus datang ke Amerika untuk mencari rempah, Laksamana Cheng Ho telah singgah terlebih dahulu di dataran Amerika. Ini dibuktikanmelalui sejaarah peta Amerika dan sejarah pelayaran dari Laksamana Cheng Ho dan Collumbus bahwa ada jarak sekitar 20 tahun dari sepeninggalnya Cheng Ho, collumbus datanng ke Amerika. Sepatutnya itu menjadi sebuah angin segar bagi muslim didunia, bahwa Islam yang sudah sekian lama di Amerika mampu membuat sebuah peradaban yang maju sampai sekarang, hingga Islam mampu menjadi agama terbesar kedua di Amerika.

B. Perkembangan Islam di Amerika
Setelah hak asasi mereka ditanggapi oleh pemerintahan. Para muslim Amerika ini dengan perlahan mulai membangun peradaban yang cukup maju. Mereka mulai mengikuti peradaban yang ada di Amerika. Meski dengan perlahan para muslim disana menyesuaikan diri mereka dengan lingkungan baru yang mayoritas dari mereka beragama Kristen dan Yahudi. Dengan dimulainya pembangunan masjid pertama di Amerika sampai pembangunan sekolah-sekolah yang non-forrnal yang didirikan oleh intelektual muslim disana, Islam di Amerika mulai menuai angin segar, sehingga peradaban Islam mampu berkembang dan maju di Amerika.
Ini di landaskan pada jumlah imigran muslim dari daerah Timur Tengah yang berbondong-bondong menuju negara adidaya tersebut10. Mereka pecaya bahwa jika mereka hijrah (baca : migrasi) ke Amerika dengan mencari lapangan pekerjaan, mereka akan mendapat pekerjaan11 yang layak dengan ekonomi yang bagus. Selain itu mereka kesana dalam rangka menempuh pendidikan karena disana banyak Universitas yang mengkaji berbagai hal, mulai dari kajian pendidikan, filsafat, medis dan lain-lain. Dengan kata lain mereka ke Amerika untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Karena yang mereka yakini bahwa ketika mereka berada dalam suatu wilayah yang bertaraf ekonomi tinggi mereka dapat mendapat kehidupan yang setara12.
Karena kegigihan masyarakat muslim, Islam perlahan mulai membentuk suatu peradaban di daerah Amerika. Perjuangan bangsa muslim keluar dari titik aman mereka di Timur Tengah menyebabkan perjuangan muslim semakin menantang. Kondisi geografis, kebudayaan yang berbeda dan persaingan antar golongan menjadi suatu tantangan tersendiri oleh bangsa muslim dalam menyebarkan agama Islam. Beberapa teori masuknya Islam di Amerika adalah dari seorang pelayar muslim dari Daulah Umayyah, namun tidak diketahui secara pasti bagaimana cara penyebarannya, karena tidak ditemukannya bukti kekerasan maupun peperanan yang terjadi. Jikapun mereka melakukan sebuah peperangan, daerah Amerika sangat jauh dari Timur Tengah sementara kondisi tanah Arab kala itu masih belum stabil.
Sampai saat ini populasi muslim di Amerika sudah sangat banyak. Islam berkembang dengan sangat pesat. Jika yang dipakai merupakan teori Colombus yaitu pada abad XVI, sampai saat ini Islam terus berkembang dengan pesat karena dari pertahunnya poplasi semakin meningkat dan menjadi agama terbesar kedua setelah Kriten. Dalam kondisi ini, Islam tidak bisa disepelekan, karena sudah terbukti bahwa agama yang dianggap sebgai sebuah ancaman malah menjadi agama terbesar. Perkembangan Islam khususnya yang berada di Amerika tidak terlepas dari peran orang-orang muslim yng menyebarkan agama di sana. Dengan kemampuan mereka dalam berdakwah serta menyesuaikan kondisi lingkungan di Amerika para ulama ini berdakwah dan memerikian pengertian yang jelas mengenai Islam yang tidak sesuai dengan pandangan mereka sebelumnya.
Namun, dengan semakin berkembangnya Islam, ada pula beberapa kelompok yang  tidak suka dengan Islam justru menjelekkan Islam dengan mengingat histori dan juga beberapa peristiwa yang pernah terjadi. Karenanya banyak pula masyarakat muslim yang sengaja murtad dan beralih kepada agama lain hanya unutk diakui oleh kelompoknya saja atau menganggap bahwa kondisi Islam saat ini sedang tidak stabil dan mengancam kehidupan manusia.

C. Kemajuan Islam di Amerika
Banyaknya peradaban non-muslim di Amerika tidak menghambat berdirinya peradaban muslim di Amerika. Meski untuk pembangunan  tempat peribadatan masih kurang karena kurangnya lahan untuk membangun serta masih terasanya Islamophobia di Amerika membuat muslim cukup kesulitan disana.
Dengan keterbatasan tersebut tidak membuat Islam di Amerika surut peminatnya. Malah menurut data dari salah penelitian di dunia Islam di Amerika menduduki wilayah kedua setelah agama Kristen dan dapat menggeser ajaran Yahudi13. Dimana agama Yahudi ini dianggap sebgai agama nenek moyang dari masyarakat Amerika. Sejarah agama Yahudi tak ubahnya seperti sejarah Islam ketika masuk ke benua Amerika. Mereka (orang-orang Yahudi) diklaim telah menjajaki dataran Amerika karena sebab pelarian. Mereka pada awalnya dijadikan budak lalu menyebarkan ajaran mereka di Amerika. Hal tersebut tak jauh berbeda dengan agama Islam yang pada awalnya menjadi budak lalu membuat sebuah peradaban yang sekarang berkembang cukup pesatnya.
Adanya beberapa tokoh dalam kemajuan Islam di Amerika membawa angin segar dalam dakwah Islam. Para tokoh ini memperjuangkan kemerdekaan bagi orang-orang muslim yang dijadikan budak pada kala itu. Sehingga hak asasi mereka dapat dimerdekakan. Dengan sikap seperti itu, wajah Islam khususnya di Amerika mendapat sinarnya. Karena pada dasarnya agama Islam adalah agama dakwah14 jadi sebagai manusia yang beragama Islam harus memperjuangkan (berdakwah) agama.
Kemajuan Islam di Amerika ini juga terlihat dari banyaknya organisasi berbasis Islam yang memperjuangkan dakwah terhadap Islam. Jika kita menelaah tentang kemajuan Islam di Amerika pasti akan menemukan tokoh yang bernama Wallace Ford Muhammad. Ia salah satu tokoh yang berperan dalam kemajuan Islam di Amerika15. Dilanjutkan leh muridnya Ellijah Muhammad yang juga mempunyai andil cukup besar dalam kemajuan Islam di Amerika. Ia yang mengangkat Islam dari golongan orang-orang berkulit hitam, menuntuk hak asasi dan memperjuangkan identitas orang-orang tersebut dalam hubungannya di Amerika. Kemajuan yang besar dirasakan Islam ketika tahun 1975 sampai 1980 ketika organisai Islam telah masuk keberbagai belahan  negara bagian di Amerika. Jadi Islam tidak terkungkung hanya di Amerika Serikat, tapi juga negara-negara bagian lainnya yang ada disekitar Amerika. Selain itupendirian bangunan perpustakaan mengenai dunia Islam serta pendirian masjid di kota besar seperti Washington menjadi bukti nyata bahwa kemajuan Islam di Amerika sangat signifikan dari awal masuknya Islam di Amerika.
D. Hambatan Islam di Amerika
Seusai peneroran yang terjadi di gedung World Trade Center (WTC) tanggal 9-11 September 2001 membuat sebuah istilah yang memilukan bagi umat musim di dunia. Islamophobia menjadi teror bagi warga dunia khusunya Amerika. Kenapa tidak , karena setelah peristiwa tersebut pandangna warga dunia khusunya Amerika menjadi lebih buruk terhadap Islam. Isu mengenai Islam radikal islam fondamental, Islam yang menjadi ancaman bagi warga dunia. Selain peristiwa itu banyak pula peristiwa yang dilakukan oleh orang yang mengaku-ngaku beragama Islam. Ini justru akan berdampak pada mayoritas muslim didunia. Bahwa pandangan masyarakat akan melihat bahwa agama Islam adalah agama yang keras. Dengan ajaran yang memaksa dan mengharapkan ajaran mereka dengan segala cara. Memang memilkukan jika ada orang yang mengaku Islam, namun melakukan praktik-praktik yang sedikit menyimpang, dalam artian tindakan orang tersebut dapat menjadi suatu ancaman bagi manusia lain.
Ada pula berbagai faktor yang melatarbelakangi Islam di Amerika sedikit sulit berkembang. Faktor internal seperti adanya banyak suku dan kebudayaan di Amerika ini membuat Islam harus bekerja lebih keras dalam menyebarkan (baca : berdakwah) di benua Amerika16.  Jelas ini akan menghambat perkembangan agama Islam. Jika permasalahan ini tidak ditindak lanjuti maka dampak yang jelas akan terjadinya crash antar etnis. Faktor lain yaitu eksternal berupa adanya pembatasan antara agama dan negara. Yang terjadi adalah agama akan sulit berkembang dan secara politik dan dapat masuk dalam konstitusi. Kelemahan yang jelas berarti adalah penyebaran Islam tidak bisa dilakukan secara besar-besaran, tetapi akan lebih mengarah pada organisasi kemanusiaan, dimana itu akan membuat Islam akan jauh lebih lama berkembang.
Selain faktor-faktor tersebut, isu mengenai pemblokadean Islam agar tidak masuk ke Amerika yang dicanangkan oleh calon presiden Amerika Donald Trump. Ia menolak Islam masuk ke Amerika dan membatasi gerak-gerik Islam di Amerika. Dengan adanya peraturan seperti itu (jika itu terelalisasi), maka peradaban Islam akan terhambat atau hal lebih buruk akan terancam mati.
Bagi para perempuan yang berada di Amerika mempunyai masalah tersendiri dalam hal identitas. Sempat beredar kabar tak sedap bahwa perempuan disana dilarang memakai hijab di area umum. Keadaan ini tidak terlepas dari Islamophobia yang menyerang Amerika dan seritarnya17. Meskipun sudah bnayk kritikan balik dari para perempuan-perempuan muslim mengenai hal tersebut, tapi pandangan bahwa perempuan yang berhijab  itu seperti terkungkung dalam sangkar, tidak ada kebebasan dalam mengeksplor diri mereka. Kritikan mengenai rendahnya harga diri seorang perempuan yang beragama Islam menjadi sebuah tekana tersendiri pada diri perempuan Islam di Amerika.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Islam merupakan sebuah agama yang mengklaim dirinya sebagai agama yang paling benar. Selain itu konsep dalam Islam menegaskan bahwa dalam doktrinnya membawa keselamatan manusia baik di dunia maupun kehidupan setelah ia mati. Dengan perjalanan yang panjang, bangsa Islam perlahan membentuk sebuah peradaban manusia diberbagai wilayahn di seluruh dunia. Dengan begiu Islam mampu menjadi agama terbesar kedua didunia, seteh agama Kristen. Sedangkan sejarah ialah sebuah cerita yang sampaikan oleh manusia  kepada manuisa lain yang menyangkut kehidupan masa lalu. Konsep sejarah diambil dari asal katanya yaitu "Sajarah - Sayarah" yang berarti pohon. Sajarah muncul karena sebuah bibit, lalu tumbuh menjadi besar dan menciptakan batang dan juga rantingsampai akhirnya pohon itu mati.
Di Amerika sejarah mengenai Islam sangat beragam versi. Ini karena dari pemerintahan Amerika sendiri yang sedikit menutupi ha-lhal yang berkaitan dengan Islam. Ini berkaitan dengan hhistorial bangsa muslim sendiri yang selalu berperang, dan juga historial dataran Amerika yang penuh dengan masa kelam. Sejarah kedatang Islam di Amerika tidak ketahui secara pasti, kapan tepatnya. Ini dikarenakan banyak teori yang sudah sudah hilang dan juga sengaja dihilangkan. Tujuan pasti adalah agar Islam tidak bisa berkembang di Amerika. Namun yang jelas pada abad ke XVI Colombus berserta budak-budak muslim berlabuh di daratan Amerika dan perjuangan bangsa muslim membanga peradaban pun dimulai. Sampai saat ini populasi masyarakat muslim di Amerika kian' meningkat dan menjadi agama terbesar kedua di Amerika. Dalam perkembannnya Islam sudah membangun peradaban yang besar dan memiliki beberapa arana dalam menyebarkan Islam. Mulai dari tempat ibada, sarana pendidikan, perpustakaan bahwa pendirian organisasi muslim juga sudah dilakukan oleh masyarakat muslim di Amerika. Tujuan mereka hanya satu yaitu ingin memperkenalkan agama penyelamat akhir zaman yaitu agama Islam.
Namun masyarakat muslim di Amerika memepunyi beberapa problematika yang sangat pelik. Masalah ini berasal dari dalam tubuh Islam sendiri maupun dari tubuh Amerika. Beberapa masalah itu diantaranya adalah, sistem sekularisasi yang digunakan pemerintahan untuk menekan keikutcampuran agama dalam sistem pemerintahan. Selain itu faktor beragamnya budaya juga menjadi tantangan karena Amerika adalah bangsa yang besar dan memepunyai budayayang kuat. Sehingga sedikit sulit untuk masuk dan berbaur didalamnya. Faktor dari Islam sendiri adalah, secara historial Isalam yang dipandang selalu mengacungkan pedang sebagai jalan untuk menyelesaikan masalahnya. Jadi, perkembangan Islam di Amerika mempunai cerita yang panjang sampai saat ini. Sayangnya meski sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi sedikit mengenai literatur yang dapat menjadi bukti Islam di Amerika. Dan karennya sangat besar tantangan Islam dalam bersaingan dengan agama-agama lain di Amerika, agar semakin mengembangkan sayapnya dalam penyebaran doktrin.

B. Kritik dan Saran
Islam sudah berkembang dengan berbagai cara, sangat disayangkan jika terjadi beberapa kasus kriminal atas nama Islam. Kebenaran mengenai peristiwa itupun sangat sulit percaya oleh bangsa muslim maupun non-Muslim. Mengatasnamakan agama penyelamat dan sebagai akhir zaman, tetapi malah melakukan kegiatan yang yang tak bernorma dengan alasan itu adalah perintah Tuhan. Islam di Amerika adalah bukti nyata mengenai kuat dan besarnya Islam didunia. Peradaban yang maju dengan integritas tinggi, menempatkan Islam sebagai agama terbesar kedua setelah Kristen dan mampu menggeser populasi Yahudi.
Perjuangan bangsa muslim tidaklah berhenti disini karena masih banyak tantang yang perlu dihadapi. Ini karena beberapa faktor tertentu. Saya tekankan disini bahwa, dalam menyebarkan Islam hal pertama yng harus diperhatikan kemampuan diri kita dalam menyearkan, jangan bersikap fundamental atau bahkan sampai berujung pada sikap radikal. Ini yang akan membentuk paradigma Islam adalah aama yang eras dan penuh paksaan, selain itu Islam merupakan agama peperangan. Nabi Muhammad SAW, tidak pernah menyuruh dalam urusan yang keluar dari norma kemanusiaan, sehingga meskipun kita berada dalam posisi sulit sekalipun kita harus bisa bersikap yang baik.
Jika melihat keadaan Islam saat ini sangat mengkhawatirkan karena kurangnya kajian yang dilakukan oleh umatnya sehingga Islam menjadi agama yang sedikit tertinggal dan menjadi sedikit fundamental terhadap kajiannya. Mengutip dari penyataan Syaikh Muhammad Abduh bahwa : "Aku melihat kaum muslimin di Timur tanpa kehadiran Islam. Aku melihat Islam di Barat tanpa kehadiran kaum Muslimin". Perlu adanya kesadaran mengenai seberapa pentingnya agama bagi manusia baik dalam urusan Ubudiyah maupun Muamalah.

Daftar Pustaka
Amalia, Asilah, "Analisis Propaganda CNN (Cable News Network) Terhadap Masyarakat Amerika Serikat Tentang Al-Qaeda", eJurnal, vol. 3 no.3 2015.
Amin, Samsul Munir. 2014. Sejarah Dakwah. Jakarta : Amzah.
Amin, surahman, "Islam di Amerika Serikat ; Potret Perkembangan Dakwah Islam Pasca Tragedi 9 september 2001", tasamuh, vol. 4 no. 1, Juni 2012.
Bakri, Syamsul, "Islam dan Wacana Radikalisme Agama Kontemporer", Dinika, vol. 3 no. 1, Januari 2004.
Harb, Ali. 2012. Nalar Kritis Islam Kontemporer. Yogyakarta : Diva Press.
Nizmi, Yusnarida Eka, "Pandangan Amerika terhadap Perempuan Muslim Pasca Tragedi Sebelas September 2001", Jurnal Politik, vol. 11 no. 1, 2015.
Redaksi Salam-Online, 2014, “Benua Amerika Adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan, Ini Fakta Sejarahnya”, http://www.salam-online.com/2014/11/ini-fakta-sejarahnya-amerika-adalah-negeri-muslim-yang-dimurtadkan.html. Di akses pada 28 September 2016 jam 19.20.
Smith, Jane I. 1999. Islam di Amerika. Diterjemahkan oleh : Alwi Sahab Jakarta : Buku Obor.
Suisyanto. 2006. Pengantar Filsafat Dakwah. Yogyakarta : Teras.
Wikipedia, 2016, “Islam di Amerika Serikat”,  https://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Amerika_Serikat. Di akses pada 28 September 2016 jam 19.30.
Zahroh, Umy, "Refleksi Pendidikan di Amerika", Ta'allum, vol. 17 no. 1, Juni 2007.

Islam di Amerika


     
     Agama lahir didunia melalui berbagai hal. Banyak interprtetasi tentang  arti agama dan keTuhanan di dunia. Banyak ahli mengutarakan bahwa agama hadir dari sebuah perwujudan budaya atau agama lahir melalui turunan dari Yang Maha Kuasa. Dari berbagai interpretasi tersebut, dapat di pahami bahwa agama muncul sebagai sebuah tindakan manusia yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan mengiterpretasikan fenomena yang ada di alam. Dengan begitu agama telah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tak terbantahkan lagi. Hampir semua aspek kehidupan dilandaskan pada agama. Sehingga dapat dikatakan agama menjadi sebuah pedoman hidup bagi manusia dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah dituliskan dalam kitab-kitab suci yang ada. Untuk menegaskan itu, manusia membutuhkan agama dalam kehidupannya seperti manusia memenuhi kebutuhan biologisnya seperti makan, minum dan lainnya. Karena itu manusia sangat membutuhkan agama untuk mengkontrol setiap sikap dan perbuatannya di dunia, juga sebagai saatu tendensi ketika menjalni kehidupan setelah kematian. Dalam perspektif masyarakat primitif agama berperan penting dalam kehidupan manusia, karena digunakan untuk mengontrol setiap perilaku buruk yang dilakukan. Selain itu dalam agama juga ditekankan pada rekatnya hubungan sosial antar individu, ini didasarkan pada pendapat E. Durkheim dalam buku Bryan S. Turner (Relasi Agama dan Teori Sosial Kontemporer: 2012) bahwa, agama dapat dipahami dengan melihat peran sosial yang dimainkannya dalam menyatukan komunitas masyarakat dibawah satu kesatuan ritual dan kepercayaan umum.  
    Doktrin mengenai agama mulai dikenal ketika Tuhan mengutus Nabinya dalam menyampaikan ajaran yang dibawa. Ini membuat kajian mengenai agama menjadi trending topic dalam berbagai ranah. Dengan begitu agama menjadi sesuatu yang sakral dalam kehidupan. Seorang Nabi atau manusia yang suci mengklaim bahwa dirinya telah diberi amanat yang kuat oleh Tuhan untuk menyebarkan sebuah pedoman untuk hidup manusia dimuka bumi ini. Mereka mencari kaum mereka dan membentuk suatu peradaban baru dengan mengikuti setiap perintah Nabi yang telah di amanatkan Tuhan kepada mereka. Para manusia ini meyakini Nabi-nabi ini dan menjadikan mereka sebagai tauladan atas setiap perbuatan mereka, karena mereka percaya dan telah menyaksikan secara langsung beberapa bukti kenabian manusia. Dari situ muncul beberapa doktrin mengenai agama dan mulai disebarkan kepada seluruh manusia karena dianggap membawa kedamaiaan dan keselamatan hidup terutama setelah mereka meninggalkan dunia ini. Jika menelaah masyarakat primitif khususnya masyarakat Yunani dan Romawi kuno, bahwa manusia yang mereka yakini sebagai dewa adalah manusia pilihan yang mempunyai sebuah kekuatan.
     Didunia ini muncul bermacam-macam agama maupun ajaran-ajaran yang menyangkut nilai-nilai keTuhanan. Agama dan ajaran ini menjadi sebuah hasil dari doktrin yang disebarkan oleh seorang Nabi pada umatnya. Proses yang panjang dalam penyebaran agama menjadi sebuah historial khusus dan penting terhadap doktrin yang ada. Penyebaran agama ini dilakukan di hampir semua wilayah didunia. Tujuan  Hampir disetiap negara didunia mempunyai agama maupun ajaran tertentu sebagai sistem kepercayaan masyarakatnya. Persaingan agama sama halnya seperti persaingan politik dalam kenegaraan, mereka saling mendominasi satu dengan yang lain demi mewujudkan cita-cita mereka untuk membentuk negara yang damai dan terhindar dari berbagai konflik, terutama konflik dalam urusan keagamaan.
     Dari data sebuah lembaga penelitian didunia, agama terbesar didunia saat ini adalah agama Kristen, dan disusul setelahnya Islam. Meskipun dengan perolehan persentasi yang tipis, tidak dipungkiri Islam dapat menguasi dunia sebagai agama terbesar didunia. Sebagai agama terbesar Islam harus mengembangkan sayap dalam menyebarkan kaidah serta doktrin agama. Namun yang perlu diingat dari penyebaran doktrin keagamaan ini Islam tidak terpaku pada sistem findamental atau bahkan terjerumus dalam lubang radikalisme. Dalam buktinya sebagai agama terbesar kedua, Islam berada dalam berbagai negara-negara barat dan bahkan Islam telah membentuk suatu peradaban. Tak terkecuali benua Amerika yang notabene merupakan dataran imigran Yahudi pada awalnya. Islam telah membentuk peradaban di negara Paman Sam itu. Dan ditegaskan oleh beberapa bukti literatur dan buah karya yang dihasilkan pada zaman dahulu. Islam merangkat naik menuju peringkat keatas menduduki jabatan sebagai agama terbesar kedua di Amerika dengan susah payah. Karena dalam sejarahnya benua Amerika, merupakan benua yang  besar dan menjadi pusat dunia sampai sekarang.
     Meski mempunyai sejarah yang kelam dalam penyebarannya, namun Islam mampu mengepakkan sayap sampai diberbagai belahan dunia. Dengan berbagai upaya itu Islam mampu menginjakan kakinya di dataran Amerika dan membangun sebuah peradaban di Amerika. Dilansir dari beberapa sumber mengatakan bahwa Amerika merupakan benua Islam yang murtadkan. Ini terlihat dari beberapa buah karya yang menjelaskan bahwa suku Indian asli di Amerika sudah memeluk agama Islam dan membangun sebuah peradaban yang cukup maju dengan mendirikan berbagai masjid dan tempat penyebaran Islam lainnya. Namun, sejarah tetaplah sejarah bagian kelam akan selalu diingat sebagai suatu kenagan pahit khususnya bagi negara-negara barat non-Islam. Mereka mengalami suatu trauma atas umat Islam yang pernah mengalahkan mereka dan berhasil menguasai mereka dalam kurun beberapa tahun. Persingan yang paling terlihat adalah dari dua agama besar yang menguasasi dunia yakni Islam dan Kristen, dimana kedua agama ini saling berebut wilayah sampai pada penyebaran doktrin. Dari peristiwa tersebut, bangsa barat sedikit "sentiment" terhadap umat muslim. Historial panjang mengenai bagaimana kejam dan bringasnya Islam ketika berada di medan peperangan menjadi sebuah gambaran tersendiri yang menghipnotis para generasi penerus bangsa barat. Ini menyebabkan persaingan antar agama mengenai kekuasaan maupun problematika lainnya.
     Hal lain yang menjadi titik pandang dari sejarah Islam di Amerika adalah tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa muslim di Amerika. Beberapa problematika yang harus dihadapi oleh Islam terutama sistem pemerintahan yang berlangsung di Amerika, yaitu sistem Sekularisasi. Selain Islam yang sudah menjadi kekejaman dari sistem ini adalah Kristen,dimana para umat kristen ini lebih memilih tidak beragama agar tidak terjerat dalam kurugan gereja. Dimana pada sistem ini pemisahan antara urusan agama dan negara diatur. Setiap apapun urusan yang mengenai agama, negara tidak dapat ikut campur didalamnya, begitupun sebaliknya agama tidak dapat ikut campur dan mempengaruhi dalam sistem kenegaraan. Selain itu, tantangan terbesar umat Islam di Amerika akhir-akhir ini adalah terpilihinya presiden Amerika Serikat, Donald John Trump. Sesuai dengan statment yang disampaikannya saat kampanye bahwa agama Islam dianggap sebagai sumber konflik dan adanya pencekalan terhadap umat muslim di Amerika, baik yang sudah menetap di Amerika maupun yang sedang berkunjung dengan alasan tertentu. Ini sungguh membuat geram umat Islam di dunia. Dimana konflik yang terjadi di Timur Tengah merupakan buah campur tangan dari Amerika Serikat.
Beberapa alasan Amerika khususnya Trump dalam menghadapi berbagai cemoohan dari umat muslim didunia, bahwa ia menegaskan berbagai konflik yang ada, kasus-kasus kriminal yang ada dimotori oleh orang-orang Islam. Bahkan sebagai penguat propaganda yang ia lakukan dalam kampanyenya, ia juga menegaskan bahwa banyak masyarakat muslim didunia masih merasa tidak aman dan sedikit terusik dengan umat muslim yang mereka temui. Selain itu trauma atas beberapa kejadian besar yang menimpa Amerika khususnya dilatarbelakngi Islam sebagai dalangnya. Yang terjadi adalah, umat Islam mendapatkan tempat yang kurang layak sebagai warga negara di Amerika. Dan ada istilah baru mengenai kondisi masyarakat Amerika mengenai Islam adalah Islamophobia. Dampak dari istilah ini adalah intimidasi dan diskriminasi terhadap umat Isalam. Saking banyaknya ada diantara mereka yang harus rela berpindah agama agar diterima dalam kelompoknya dan juga karena tidak kuat mendapat cacian dari masyarakat non-Muslim di Amerika.
     Dari sekian banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh umat Islam di Amerika adanya peluang besar dalam mengepakkan doktrin sebagai agama penyelamat yang notabene itu menjadi dasar dari agama Islam. Dengan cemoohannya itu, Islam semakin dikaji ulang oleh beberapa cendikiawan baik dari sesama muslim maupun dari non-Muslim. Hal ini ditujukan untuk mengetahui apakah yng melatarbelakangi Islam mampu berkembang menjadi sebuah agama yang besar dan solid. Selain itu beberapa bukti nyata yang telah tersampaikan pada kiab suci yang sudah ada sejak abad VI, menjadikan para cendikiawan ini berbondong-bondong mencari jawaban atas segala ungkapan-ungkapan yang ada dalam al-Qur'an. Patut dibanggaka pula kondisi muslim di Amerika, bahwa keuletan mereka serta kesolidan mereka terbayar oleh peradaban maju yang sudah dibangun dan terlirik dari berbagai kalangan.

Rabu, 09 November 2016

Jurnal I


PENGARUH PSIKOLOGIS DALAM AJARAN
MISTIK KEJAWEN


Gallih Arifadli

ABSTRAK

Dalam berbagai penganut mistik mananpun khususnya mistik kejawen pasti akan melakukan suatu ritual-ritual yang mereka percayai. Banyak dari tujuan ritual ini adalah untuk memanggi roh para leluhur, tapi untuk mistik kejawen sendiri ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam berbagai kitab kuno dalam ajaran mistik kejawen menyatakan bahwa kita sebagai manusia dapat "manunggal ing Gusti" dalam artian kita dapat menyatu dengan Tuhan untuk mencapai tingkat hidup yang paling tinggi. Namun dalam pratiknya, ritual ini malah menjadi sebuah ritual pemanggilan roh leluhur untuk menjadikan hidup lebih baik. Biasanya dalam ritual ini ditujukan untuk kenaikan pangkat, melancarkan usaha, mendapat jodoh dan lain sebagainya. Sungguh miris yang dimana pada awalnya mistik ini mempunyai nilai estetika yang baik tapi oleh sebagian orang disalah gunakan dengan tidak baik.

KATA KUNCI:
Mistik Kejawen, Manunggaling Kawula Gusti, Syekh Siti Jenar, Psikologi Agama, Perilaku Penganut.

PENDAHULUAN
Di dunia ini mempunyai banyak sekali ajaran dan agama yang tersebar diseluruh penjuru dunia. Semua ajaran atau agama itu pada hakikatnya sama yaitu menyembah Sang Pencipta Alam. Namun dalam ritusnya mempunyai perilaku yang berbeda. Ada yang melakukan dengan cara beribadah secara kontinu, atau melakukan suatu ritual untuk menghormati atau memuja Tuhan. Dalam bukunya The Great Transformation : Awal Sejarah Tuhan, Karen Amstrong menjelaskan bahwa setiap negara didunia mempunyai sejarahnya sendiri dalam mencari dan menyembah Tuhan. Adanya animisme dan dinamisme merupakan titik awal dari perkenalan masyarakat primitif terhadap Tuhan. Seiring berjalannya waktu para penganut ajaran agama ini terus melakukan berbagai ritus-ritus yang mereka percayai untuk mendekatkan diri mereka atau mendekatkan diri mereka kepara roh alam sebagai bentuk peribadatan ataupun sebagai bentuk penghormatan karena telah diberikan berkah atau malah sebaliknya mereka baru terkena musibah yang menyengsarakan mereka. Para masyarakat primitif ini dalam beberepa penilitan yang dilakukan menunjukkan bahwa rasa syukur mereka atau permohonan maaf mereka adalah satu hal sakral yang harus diperingati dengan ritual-ritua tertentu. Secara psikologis, keadaan ini merupakan tindakan yang wajar. Karena mereka perlahan mulai terdktrin oleh adanya satu roh yang mengatur alam yng memberikan mereka kebahagiaan. Jika mereka melanggar sang roh penguasa alam ini maka dalam benak mereka telah disematkan bahwa mereka akan mendapat kesengsaraan atau malah kematian. Dari berbagai ritual yang ada satu yang tidak bisa lepas dari msayrakat primitf adalah sesembahan roh dari sebagaian mereka untuk diberikan kepada roh alam. Lagi-lagi ditemukan alasan bahwa itu merupakan bentuk rasa syukur atau permohonan ampun dari semua kesalahan yang telah diperbuatnya. Dalam masyarakat primitif lainnya, praktik sesembahan roh ini selain untuk kedua hal tersebut juga ditujukan kepada orang yang dianggap mengundang marabahaya untuk dikorbankan dan rohnya diberika kepada roh penguasa alam, dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari kesialan atau kesengsaraan.
Semua ajaran atau agama pasti meiliki sisi mistik didalamnya. Dan dalam perkembangannya mistisisme mulai berkembang diseluruh dunia tak terkecuali Indoneia. Di indonesia ada kurang lebih 300 ajaran agama dan 6 agama resmi dari pemerintah. Dari sekian banyak ajaran itu tujuan mereka sama menyembah Tuhan. Namun dilakukan dengan cara dan perilaku mereka masing-masing. Kekentalan budaya di Indonesia menambah kesan mistis dalam setiap daerah di Indonseia. Karena pada awalnya jauh sebelum Indonesia merdeka, buadaya mistik di Indonesia mulai lahir, seiring berjalannya waktu.

MISTISISME

Pengertian tentang mistisisme jika ditelaah secara universal memang masih menuai kontroversi. Para ahli masih melakukan perdebatan mengenai pengertian "mistisisme", karena diantara mereka mempunyai persepsi tersendiri mengenai mistisisme. Perbedaan bukan menjadi suatu bentuk perpecahan, namun disini akan menajadi suatu keberagaman yng selanjutnya akan memunculkan keilmuan yang beru, tak terkecuali adalah keilmuan yangmenyangkut msitisisme. Banyak dari para peneliti psikologi yang berkutik dalam bidang misitsisme dan mereka mempunyai beragam faham dalam mendefinisikan arti dari mistik itu sendiri.

Pengertian
Meski masih menuai pro-kontra, pengertian mistisisme tidak bisa jika harus dikesampingkan. Karena faham ini sudah menyebar dan bahkan sudah ada sejak zaman primitf. Adanya animisme dan dinamisme menjadi bibit awal istilah mistisisme ini. Dalam penelitian yang tilakukan Tylor, Freezer, Geertz, Durkheim dan psikolog lainnya bahwa dalam masayarakat primtif ada satu wilayah yang itu bersinggungan dengan penguasa jagat kosmos. Mereka (masyarakat primitif) beranggapan bahwa ada sebuah penguasa di alam semesta yang  harus disembah. Disitu mulai muncul istilah magis, dan mengarah pada animsime dan dinamisme. Dari situ akan muncul istilah mistisisme karena pada hakikat ketika orang melaukan faham mistik tujuan utama untuk elbih mendekatkan dir pada Tuhan atau Sang Penguasa alam kosmos.
Secara harfiah makna dari mistik sendiri diambil dari yunani Mystikos yang mempunyai arti rahasia, sembunyi atau menutup mata jika dinisbatkan pada kata Mystiek. Dan jika berbicara mengenai msitisisme ini akan mengarah pada kenyakina untuk mendekatkan diri atau behkan menyatukan diri dengan Tuhannya.
Beberapa alasan manusia melakukan ritual mistik merupakan suatu bentuk kurang puasnnya individu dalam mengenal Tuhan atau kurang puas akan apa yang ia dapat baik secara dhohir maupun batin. Oleh karenanya mereka mencari jalan untuk mencari bentu kepuasan tersebut. Selain itu ketika orang terseut merasa dikecewakan oleh kehidupan yang membelitnya atau bahkan tentang urusan agama dan ajarannya. Manusia akan mencari tempat berlindung atau mencari tempat untuk menenagkan diri yang justru akan mengarahkan ia pada pemusatan pemikiran dan dapat mendekatkan pada Tuhan.
Dalam sebuah literasi dijelaskan bahwa mistisisme erat kaitannya dengan batin, karena ketika manusia manjalankan ritual mistik sasaran utama yang dituju adalah batin. Itu sebabnya beberapa ritual dilakukan untuk membersihkan batin manusia dari sifat-sifat buruk dunia, sehingga akan lebih mudah untuk menjalankan mistik ini.

Ciri-ciri
Dalam aspek ini, beberapa ahli menyimpulkan mengenai ciri-ciri yang ada pada faham mistik ini. Dimulai dari ahli filsafat, ahli psikologi, bahkan sampai budayawan ikut andil dalam mengemukakan pendapat mengenai ciri yang ada pada "mistisisme". Beberapa diantaranya mendukung satu dengan lainnya dan ada pula yang saling menjatuhkan teori yang ada. Ini terjadi karena para ahli ini hidup tidak pada zaman yang sama, dan kalaupun mereka hidup pada zaman yng sama, pengaruh kultur lingkungan, guru, dan objek yang mereka teliti berbeda. Teori yang paling fenomenal merupakan teori yng dikemukakan oleh Willian James dalam bukunya "The Varieties of Religius Experience" bahwa ada empat ciri yang bisa disimpulkan untuk mengetahui mistisime:
1.Ineffability
2.    Noetic quality
3.    Transiency
4.    Passivity
Namun, dalam mistisisme yang terlihat jelas bahwa, mistisisme merupakan suatu unsur yang magis, dan mempunyai misteri didalamnya. Karena dalam msitisisme akan ada kepercayaan mengenai sesuatu yang dimana itu dipercaya yang dilakukan untuk mendapatkan kebaikan atau tujuan-tujuan tertentu.

MISTIK KEJAWEN
Dari berbagai mistisisme yang ada didunia salah satunya ada di Indonesia. Mistik di Indonesia merupakaan salah satu yang tertua di dunia. Salah satu mistik yang terkenal di Indoneia adalah mistik kejawen, dimana itu merupakan dua kata yang dijadikan satu yaitu msitik dan juga kejawen. Telah disinggung mengenai mistik diatas bahwa manusia bumi mencoba mendekatkan diri atau menyatu dengan Tuhan. Lalu kejwen sendiri merupakan istilah yang dipakai orang Jawa untuk menyebut sesutu yang sakral dalam budaya masyarakat Jawa. Kedua istilah ini digabungkan menadi mistik kejawen yang kental akan unsur magis, misteri dan mistik itu sendiri.

Syekh Siti Jenar
Mungkin satu tokoh inibegitu asing atau malah sudah terlalu populer dikalangan masyarakat awam. Tapi pada penganut mistik kejawen, beliau ornag yang paling disegani, bahkan menurut sebuah cerita bahwa asal mula mistik kejawen bberasal dari beliau.
Syekh Siti Jenar atau biasa dipanggil, Syekh Lemah Abang, syekh lemahbang, Syekh Siti Abrit adalah seorang ulama muslim yangdipercaya memulai ajaran Manunggaling Kawula Gusti. Tidak begitu jelas asal-usul mengenai beliau, karena pada zaman walisongo semua kisah tentang beliau ditutupi oleh para walisongo. Bukan karena para wali takut ilmunya akan disaingi, ini lebih mengarah pada ajarannya yaitu, Manugglaing Kawula Gusti. Dimana manusia dapat menyatu dengan Tuhannya untuk mencapai benyuk kehidupan yang lebih mulia agar tidak ketergantungan dengan sifat-sifat dunia.
Ajaran lain yang menarik dari Syekh Siti Jenar ini adalah, manusia sekarang berada pada alam kematian dimana dunia ini yang sekarng dilalui manusia merupakan alam kematian dan para manusia yang ada didunia meruupaka bangkai-bangkai yang mati. Kehidupan atau alam kehidupan adalah dimana manusia akan bertemu dengan Tuhan, disana mereka dapat hidup kekal, tanpa adanya keburukan yang terjadi seperti di alam kematian. Dan alam ini akan bisa dicapai ketika manusia dapat Manunggal bersama dengan Gustinya.
Memang kontroversial sekali mengani tokoh yang satu ini. Namun walupun begitu, beliau adalah salah satu penyebar mistik kejawen dan menjadi maskot atau dari beberapa cerita yang ada di Jawa beliau menjadi pedoman dalam melakukan msitik kejawen ini.

Manunggaling Kawula Gusti

Sebuah kata yangg dipercaya dan dijalankan bagi penganut mintik kejawen dalam ssetiap kali ritualnya. Berpedoman pada kitab-kitab terdahulu, bahwa manusia harus bisa manunggal dengan Tuhannya, agar mencapai suatu kehidupan yang lebih baik.
Ritual yang dijalankan pada dasarnya tidak jauh dari mistisisme pada umumnya, namun dalam mistik kejawen ini akan lebih ditekankan pada semedi, atau samadi (bertapa). Karena dengan cara ini mereka dapat menucikan diri dan mulai manunggal dengan Tuhannya. Selain ritual bertapa, hal yang lazim dilakukan lainnya adalah berpuasa. Tentu ini sangat biasa, karena pada dasarnya pula setiap agama maupun aliran kepercayan menyuruh uatnya untuk melakukan puasa. Selain bagus untuk kesehatan, puasa ini juga digunakan sebgai bentuk penyucian diri dari sesuatu yang buruk pada diri manusia. Dengan menjalankan puasa yang telah ditentukkan prasayaratnya, penganut mistik menjalankan dengan maksus dan tujuan untuk menghilangkan semua keburukan yang ada pada diri manusia tersebut. Karena jika ingin menyatu dengan Tuhan maka diri manusia, khususnya rohaninya harus bersih dan terhindar dari sifat-sifat yang buruk, dengan begitu manusia dapat manuggal dengan Tuhannya.
Dilihat dari sisi psikologis orang yang melakukan ritual ini akan merasa pada level nyaman dan tentram bahkan menganggap dirinya itu memauki alam lain yang sangat berbeeda dengan alam manusia pada umumnya. Menurut James orang yang menjalankan mistisime tak terkecuali mistik kejawen akan seperti orang yang beriu meminum ekstasi. Mereka akan terbang melayang-layang sesaat dan ketika mereka sadar mereka akan kembali emnjadi bentuk manusia pada umunya. Ini sedikit terjadi dalam mistik kejawen, kerika seseorang melakukan semedi atau berpuasa sebagi bentuk ritualnya mereka akan melayang-layang dalam artian mereka seperti telah menemukan apa yang mereka cari yaitu mendekatkan diri dengan Tuhan. Namun setelah mereka kembali manjadi manusia biasa, mereka juga akan melakukan kegiatan yang dilakukan manusia pada umumnya.
Ini jelas bahwa laku mistik dalam mistik kejawen mempunyai andil dalam merubah sisi lain dari manusia. Jika pengamalan yang dilakukan benar, maka mereka akan menmukan apa ayng mereka cari. Meski ritualnya memang sedikit aneh dan tidak lazim, tapi itu merupakan bentuk pengabdian mereka terhadap Tuhan yang mereka percayai.

KESIMPULAN
Pengertian tentang dunia mistik didunia maih menjadi sebuah perbedatan hebat antar ahli. Dengan persepsi mereka sesuai bidang yang dijalani, misitisme menjadi sebuah tanda tanya besar bagi pengamat dan para peneliti. Namun bagi para pelaku atau penganut ajaran mistik, itu merupakan suatu keadaan yang sulit untuk dijelaskan, karena itu bukan untuk dijelaskan melalui teori tetapi harus dijalani dengan niat yang kuat.
Dalam dunia Islam jika dikaitkan dengan faham mistik ini mempunyai keterikatan yang kuat, karena pada dasarnya, Islam dan mistik merupakan hal yang berikatan. Para filsof-filsof Islam terdahulu sudah mengenal mistik dan bahkan menjalankan ajaran itu dengan satu tujuan yaitu, untuk lebih mendekatkan diri mereka pada Tuhan Yang Maha Esa.
Ketika Islam masuk ke Indonesia, ajaran mistik ini ikut berkembang di Indonesia tentunya dengan kultur budaya yang ada di Indonesia. Tujuan mereka masih sama, namun disini ditekankan tidak hanya mendekatkan diri pada Tuhan tetapi juga "manunggal" atau menyatu dengan Tuhan agar terhindar dari kehidupan yang buruk dan mencapai level kehidupan yang tinggi dang penuh dengan kedamaian.

DAFTAR PUSTAKA


Endraswara, Suwardi. 2014. Mistik Kejawen. Cet. IV. Jakarta: Narasi.
Saksono, Ign. Gatut. 2014. Tuhan Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Ampera Utama.