Islam di Amerika

Kamis, 22 Desember 2016

Islam di Amerika


     
     Agama lahir didunia melalui berbagai hal. Banyak interprtetasi tentang  arti agama dan keTuhanan di dunia. Banyak ahli mengutarakan bahwa agama hadir dari sebuah perwujudan budaya atau agama lahir melalui turunan dari Yang Maha Kuasa. Dari berbagai interpretasi tersebut, dapat di pahami bahwa agama muncul sebagai sebuah tindakan manusia yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan mengiterpretasikan fenomena yang ada di alam. Dengan begitu agama telah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tak terbantahkan lagi. Hampir semua aspek kehidupan dilandaskan pada agama. Sehingga dapat dikatakan agama menjadi sebuah pedoman hidup bagi manusia dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah dituliskan dalam kitab-kitab suci yang ada. Untuk menegaskan itu, manusia membutuhkan agama dalam kehidupannya seperti manusia memenuhi kebutuhan biologisnya seperti makan, minum dan lainnya. Karena itu manusia sangat membutuhkan agama untuk mengkontrol setiap sikap dan perbuatannya di dunia, juga sebagai saatu tendensi ketika menjalni kehidupan setelah kematian. Dalam perspektif masyarakat primitif agama berperan penting dalam kehidupan manusia, karena digunakan untuk mengontrol setiap perilaku buruk yang dilakukan. Selain itu dalam agama juga ditekankan pada rekatnya hubungan sosial antar individu, ini didasarkan pada pendapat E. Durkheim dalam buku Bryan S. Turner (Relasi Agama dan Teori Sosial Kontemporer: 2012) bahwa, agama dapat dipahami dengan melihat peran sosial yang dimainkannya dalam menyatukan komunitas masyarakat dibawah satu kesatuan ritual dan kepercayaan umum.  
    Doktrin mengenai agama mulai dikenal ketika Tuhan mengutus Nabinya dalam menyampaikan ajaran yang dibawa. Ini membuat kajian mengenai agama menjadi trending topic dalam berbagai ranah. Dengan begitu agama menjadi sesuatu yang sakral dalam kehidupan. Seorang Nabi atau manusia yang suci mengklaim bahwa dirinya telah diberi amanat yang kuat oleh Tuhan untuk menyebarkan sebuah pedoman untuk hidup manusia dimuka bumi ini. Mereka mencari kaum mereka dan membentuk suatu peradaban baru dengan mengikuti setiap perintah Nabi yang telah di amanatkan Tuhan kepada mereka. Para manusia ini meyakini Nabi-nabi ini dan menjadikan mereka sebagai tauladan atas setiap perbuatan mereka, karena mereka percaya dan telah menyaksikan secara langsung beberapa bukti kenabian manusia. Dari situ muncul beberapa doktrin mengenai agama dan mulai disebarkan kepada seluruh manusia karena dianggap membawa kedamaiaan dan keselamatan hidup terutama setelah mereka meninggalkan dunia ini. Jika menelaah masyarakat primitif khususnya masyarakat Yunani dan Romawi kuno, bahwa manusia yang mereka yakini sebagai dewa adalah manusia pilihan yang mempunyai sebuah kekuatan.
     Didunia ini muncul bermacam-macam agama maupun ajaran-ajaran yang menyangkut nilai-nilai keTuhanan. Agama dan ajaran ini menjadi sebuah hasil dari doktrin yang disebarkan oleh seorang Nabi pada umatnya. Proses yang panjang dalam penyebaran agama menjadi sebuah historial khusus dan penting terhadap doktrin yang ada. Penyebaran agama ini dilakukan di hampir semua wilayah didunia. Tujuan  Hampir disetiap negara didunia mempunyai agama maupun ajaran tertentu sebagai sistem kepercayaan masyarakatnya. Persaingan agama sama halnya seperti persaingan politik dalam kenegaraan, mereka saling mendominasi satu dengan yang lain demi mewujudkan cita-cita mereka untuk membentuk negara yang damai dan terhindar dari berbagai konflik, terutama konflik dalam urusan keagamaan.
     Dari data sebuah lembaga penelitian didunia, agama terbesar didunia saat ini adalah agama Kristen, dan disusul setelahnya Islam. Meskipun dengan perolehan persentasi yang tipis, tidak dipungkiri Islam dapat menguasi dunia sebagai agama terbesar didunia. Sebagai agama terbesar Islam harus mengembangkan sayap dalam menyebarkan kaidah serta doktrin agama. Namun yang perlu diingat dari penyebaran doktrin keagamaan ini Islam tidak terpaku pada sistem findamental atau bahkan terjerumus dalam lubang radikalisme. Dalam buktinya sebagai agama terbesar kedua, Islam berada dalam berbagai negara-negara barat dan bahkan Islam telah membentuk suatu peradaban. Tak terkecuali benua Amerika yang notabene merupakan dataran imigran Yahudi pada awalnya. Islam telah membentuk peradaban di negara Paman Sam itu. Dan ditegaskan oleh beberapa bukti literatur dan buah karya yang dihasilkan pada zaman dahulu. Islam merangkat naik menuju peringkat keatas menduduki jabatan sebagai agama terbesar kedua di Amerika dengan susah payah. Karena dalam sejarahnya benua Amerika, merupakan benua yang  besar dan menjadi pusat dunia sampai sekarang.
     Meski mempunyai sejarah yang kelam dalam penyebarannya, namun Islam mampu mengepakkan sayap sampai diberbagai belahan dunia. Dengan berbagai upaya itu Islam mampu menginjakan kakinya di dataran Amerika dan membangun sebuah peradaban di Amerika. Dilansir dari beberapa sumber mengatakan bahwa Amerika merupakan benua Islam yang murtadkan. Ini terlihat dari beberapa buah karya yang menjelaskan bahwa suku Indian asli di Amerika sudah memeluk agama Islam dan membangun sebuah peradaban yang cukup maju dengan mendirikan berbagai masjid dan tempat penyebaran Islam lainnya. Namun, sejarah tetaplah sejarah bagian kelam akan selalu diingat sebagai suatu kenagan pahit khususnya bagi negara-negara barat non-Islam. Mereka mengalami suatu trauma atas umat Islam yang pernah mengalahkan mereka dan berhasil menguasai mereka dalam kurun beberapa tahun. Persingan yang paling terlihat adalah dari dua agama besar yang menguasasi dunia yakni Islam dan Kristen, dimana kedua agama ini saling berebut wilayah sampai pada penyebaran doktrin. Dari peristiwa tersebut, bangsa barat sedikit "sentiment" terhadap umat muslim. Historial panjang mengenai bagaimana kejam dan bringasnya Islam ketika berada di medan peperangan menjadi sebuah gambaran tersendiri yang menghipnotis para generasi penerus bangsa barat. Ini menyebabkan persaingan antar agama mengenai kekuasaan maupun problematika lainnya.
     Hal lain yang menjadi titik pandang dari sejarah Islam di Amerika adalah tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa muslim di Amerika. Beberapa problematika yang harus dihadapi oleh Islam terutama sistem pemerintahan yang berlangsung di Amerika, yaitu sistem Sekularisasi. Selain Islam yang sudah menjadi kekejaman dari sistem ini adalah Kristen,dimana para umat kristen ini lebih memilih tidak beragama agar tidak terjerat dalam kurugan gereja. Dimana pada sistem ini pemisahan antara urusan agama dan negara diatur. Setiap apapun urusan yang mengenai agama, negara tidak dapat ikut campur didalamnya, begitupun sebaliknya agama tidak dapat ikut campur dan mempengaruhi dalam sistem kenegaraan. Selain itu, tantangan terbesar umat Islam di Amerika akhir-akhir ini adalah terpilihinya presiden Amerika Serikat, Donald John Trump. Sesuai dengan statment yang disampaikannya saat kampanye bahwa agama Islam dianggap sebagai sumber konflik dan adanya pencekalan terhadap umat muslim di Amerika, baik yang sudah menetap di Amerika maupun yang sedang berkunjung dengan alasan tertentu. Ini sungguh membuat geram umat Islam di dunia. Dimana konflik yang terjadi di Timur Tengah merupakan buah campur tangan dari Amerika Serikat.
Beberapa alasan Amerika khususnya Trump dalam menghadapi berbagai cemoohan dari umat muslim didunia, bahwa ia menegaskan berbagai konflik yang ada, kasus-kasus kriminal yang ada dimotori oleh orang-orang Islam. Bahkan sebagai penguat propaganda yang ia lakukan dalam kampanyenya, ia juga menegaskan bahwa banyak masyarakat muslim didunia masih merasa tidak aman dan sedikit terusik dengan umat muslim yang mereka temui. Selain itu trauma atas beberapa kejadian besar yang menimpa Amerika khususnya dilatarbelakngi Islam sebagai dalangnya. Yang terjadi adalah, umat Islam mendapatkan tempat yang kurang layak sebagai warga negara di Amerika. Dan ada istilah baru mengenai kondisi masyarakat Amerika mengenai Islam adalah Islamophobia. Dampak dari istilah ini adalah intimidasi dan diskriminasi terhadap umat Isalam. Saking banyaknya ada diantara mereka yang harus rela berpindah agama agar diterima dalam kelompoknya dan juga karena tidak kuat mendapat cacian dari masyarakat non-Muslim di Amerika.
     Dari sekian banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh umat Islam di Amerika adanya peluang besar dalam mengepakkan doktrin sebagai agama penyelamat yang notabene itu menjadi dasar dari agama Islam. Dengan cemoohannya itu, Islam semakin dikaji ulang oleh beberapa cendikiawan baik dari sesama muslim maupun dari non-Muslim. Hal ini ditujukan untuk mengetahui apakah yng melatarbelakangi Islam mampu berkembang menjadi sebuah agama yang besar dan solid. Selain itu beberapa bukti nyata yang telah tersampaikan pada kiab suci yang sudah ada sejak abad VI, menjadikan para cendikiawan ini berbondong-bondong mencari jawaban atas segala ungkapan-ungkapan yang ada dalam al-Qur'an. Patut dibanggaka pula kondisi muslim di Amerika, bahwa keuletan mereka serta kesolidan mereka terbayar oleh peradaban maju yang sudah dibangun dan terlirik dari berbagai kalangan.

0 komentar :

Posting Komentar