SOSIO DAKWAH
Tuhan menyuruh ummat
manusia di bumi untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan dalam hal
keburukan, hal ini bertuuan untuk manusia tetap berada dijalan yang benar.
Proses menuju ke jalan Tuhan ini bisa berupa dengan dakwah. Dakwah terus
berkembang seiring berkembangnya zaman. Namun dalam dakwah yang berkembang
hanya proses penyampainannya, sedangkan ilmu dakwah masih tetap terpaku dan
tidak ada perubahan yang pasti. Dakwah sendiri bisa diartikan sebagai tadris (pendidikan), praktek keagamaan
maupun sebuah metode dalam mengembangkan keilmuan tersebut. Para ulama banyak
yang menyimpulkan bahwa dakwah merupakan metode maupun cara dalam agama Islam,
untuk menyampaikan maupun mengajak seseorang untuk ikut dalam agama Islam.
Metode dakwah ini bisa berupa metode bil Kitabah,
bil Lisan, bil Hal. Metode tersebut adalah yanhg paling sering dilakukan
oleh para ulama khususnya di indonesia
Supaya tidak dianggap
tradisional, dakwah juga mengikuti arus perkembangan zaman. Dakwah tidak lagi
terpaku pada proses yang kuno, dimana penyampaian dakwah dilakukan disatu
tempat yang luas dengan pendengar yang banyak. Sekarang dengan bantuan
teknologi yang kian mumpuni, dakwah bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan
oleh siapa saja. Namun untuk akulturasi dakwah dengan perkembangan zaman perlu
yang namanya filter atau penyaring informasi dalam menampung informasi tentang
dakwah dewasa ini. Filter ini bisa berupa iman dalam jiwa seseorang, dimana
iman digunakan sebagai tolak ukur dalam keagamaan seseorang. Sehingga tidak
serta merta seseorang mudah percaya dengan perkataan seorang pendakwah.
Dengan mengikuti arus
perkembangan zaman, dakwah memiliki berbagai manfaat dimasa sekarang. Pertama,dakwah bisa dilakukan dimana
saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Ini bisa dibuktikan denan adanya berbagai
media sosisl maupun media massa yang memantu dalam proses dakwah. Selain itu
seseorang dapat menyampaikan ajaran agama dengan cara ajakan dan memberi contoh
kepada oran lain yang dapat dilakukan dimana saja. Kedua,dakwah lebih mudah karena banyak pendidikan maupun buku-buku
serta artikel yang enyinggung tentang dakwah. Dengan kecanggihan teknologi
seseorang dengan mudah meng-upload dan
meng-download hal-hal yang berkaitan
dengan dakwah, baik video, audio,
maupun artikel. Ketiga,dakwah menjadi
sebuah metode yang efektif dalam proses penyebaran agama. Dikarenakan dakwah telah
dilakukan sejak zaman Nabi saw. sampai sekarang ini, menjadikan dakwah sebagai
metode yang apik dalam menyampaikan ajaran atau agama.
Meskipun memiliki
berbagai manfaat, dakwah yang terlalu masuk dalam arus teknologi akan mempunyai
dampak buruk bagi pendengar dakwah itu sendiri. Dakwah dijadikan sebagai alat
propaganda untuk menjatuhkan pihak lain dengan dasar kepentingan pribadi. Sehingga
publik akan diberi berita yang berlawanan maupun benar adanya, untuk
menjatuhkan bahkan menghapus ajaran, agama, aliran bahkan golongan masayarakat
tertentu. Ini tentunya mempunyai efek yang tidak baik dikalangan publik, karen
dapat membuat orang lain terdeskriminasi di kalangan publik. Selain itu dakwah
jika dilakukan oleh seseorang yang kurang dalam keilmuan keagamaan akan
menyebabakan kesesatan dalam berfikir yang akan berdampak pada penyelewengan
aliran keagamaan. Jika ini terus berlanjut akan menyebabkan banyaknya golongan
masayarakat yang dianggap sebagai teroris. Tentunya hal ini berdampak pada
agama itu sendiri yang akan di pandang sebagi agama yang buruk dengan ajaran
yang membahayakan orang lain.
Untuk mencegah
terjadinya kerancuan dalam berdakwah, seorang pendakwah harus mengetahui
kiat-kiat dalam melakukan kegiatan berdakwah. Hal ini berupa tata cara maupun
rukun dalam hal berdakwah. Dengan kata lain seorang pendakwah tidak boleh
melakukan dakwah yang tidak sesui dengan kaidah-kaidah dakwah yang ada. Dengan
sikap seperti ini akan menunjukkan sikap lebih loyal, sopan, santun, dan
dianggap menghargai kelompok lain. Cara lain yang bisa digunakan untuk
membangun sebuah metode dakwah adalah, dapat memasuki semua ranah, maksudnya
adalah seorang pendakwah selain dikhusukan mengerti dan faham mengenai kaidah
keagamaan, pendakwah harus bisa mengambil hati para pendengar, baik dari kaum
muda sampai kaum dewasa. Ini bisa digunakan sebagai cara untuk mengajarkan
dakwah dan memberikan pengetahuan dasar seputar dakwah kepada kaum muda. Dimana
kaum muda ini diharapkan menjadi penerus dalam urusan dakwah. Pendakwah juga
harus bisa menempatkan dirinya diberbagai situasi yang ada. Misalnya jika
pendakwah berada dikalangan kaum muda maka materi yang disampaikan harus sesuai
dengan cangkupan kaum muda. sebaliknya jika berada di kalangan kaum dewasa,
maka isi dakwah tersebut harus sesuai dengan cangkupan dan bahasa kaum dewasa.

0 komentar :
Posting Komentar