DAKWAH MODERN
Dewasa ini dakwah menjadi fenomena
yang menjadi tranding topic di
masyarakat. Hampir setiap orang mampu untuk berdakwah di depan publik. Dengan
berbagai media yang ada mereka mencoba mensyiarkan agama yang mereka anut.
Dengan kondisi seperti itu masyarakat tidak perlu lagi mendengarkan ceramah
atau tausyiah seorang pemuka agama secara langsung. Namun publik dapat langsung
mengakses dakwah seorang pemuka agama di media yang ada. Dengan arus globalisasi yang
kian mencuat, berbagai hal kini tidak lepas dari kata modern, tak terkecuali
dengan dakwah. Pada masa dahulu dakwah hanya sebatas penyampaian kaidah agama
secara langsung, dan hanya sebatas perbuatan yang lazim untuk dilakukan.
Sedangkan pada zaman yang serba sekarang ini, dakwah selain sebagai aktivitas
penyampaian kaidah agama juga sebagai ilmu pengetahuan. Sebagai sumber ilmu
pengetahuan dakwah telah di gunakan untuk mengajarkan kaidah agama dengan
sistem yang jauh terkoordinir.Dengan fenomena-fenomena yang ada sekarang,
penyampaian dakwah tidak lagi secara ceramah yang membosankan. Namun telah
berkembang menjadi suatu bentuk penyampaian agama dengan konteks yang lebih relax, dan bisa dengan mudah diterima
oleh berbagai kalangan yang ada. Dalam prosesnya penyampaian dakwah tidak berubah,
maksudnya tidak adanya unsur pemaksaan dalam melakukan kegiatan berdakwah ini. Berbagai hal dilakukan oleh
seorang pendakwah agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik di
kalangan masyarakat luas. Dengan berpenampilan seperti layaknya anak muda zaman
sekarang ataupun bahkan sampai terjun langsung dalam kelompok atau golongan
dengan tujuan menyampaikan dan menyerukan pada kegiatan berdakwah. Kegiatan
seperti itu sangat lazim ditemukan pada zaman yang semakin canggih ini. Dengan
kegiatan seperti itu, diharapkan pendakwah mempunyai ciri khas tersendiri dalam
berdakwah
Selain dengan membuat ciri
khas, seorang pendakwah juga mulai merajai teknologi yang ada sebagai media
dalam ia berdakwah. Pendakwah juga mulai memasuki wilayah media massa dalam
melakukan kegiatan berdakwah. Selain memudahkan para audiens dalam mengetahui tentang agama atau ajaran kepercayaan,
juga memudahkan pendakwah dalam menyampaikan materi-materinya yang berhubungan
dengan dakwah. Jadi jika dilihat dari sudut pandang ini antar kedua belah pihak
akan diuntungkan dalam proses berdakwah. Namun, semua hal yang
dilakukan pasti akan menuai resiko atau dampak dari kegiatan yang dilakukan
termasuk juga dengan dakwah. Dewasa ini kebanyakan dakwah yang dilakukan dengan
menggunakan media teknologi yang meski dengan keungulan dapat diakses dimana
saja dan kapan saja namun belum tentu audiens
dapat mengerti dengan jelas apa yang disampaikan oleh pendakwah. Selain itu,
jika audiens kurang memahami maksud
dari penyampaian pendakwah tersebut, mereka akan kesulitan mencari jawaban dari
maksud yang disampaikan seorang
pendakwah kepadanya.
Di zaman yang serba teknologi
seperti ini banyak kajian yang dilakukan oleh setiap orang. Tak terlepas dari
semua itu, dakwah pun menjadi sebuah kajian yang patut dibahas lebih mendalam
lagi. Karena dalam masa sekarang dakwah selain sebagai media penyampaian kaidah
ajaran agama juga digunakan sebagai bahan dalam ilmu pengetahua yang terus
dikaji. Karena pada dasarrnya dakwah aadalh suatu metode yang digunakan dalam
mengajak ataupun menyampaian kaidan ajaran agama khusunya islam. Terlepas dari
sebuah praktek, dakwah digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dimana dakwah
sebagai kajian yang digunakan untuk dipublikasi dalam pengajarananya.Bebagai
persepsi mengenai dakwah muncul dikalangan masyarakat, definisi dakwah sendiri
memiliki banyak arti tergantung orang yang menafsirkannya. Sebagian masyarakat
berpendapat bahwa dakwah ialah proses penyampaian tentang suatu agama,
khususnya islam. Namun sebagian kalangan menafsirkan dakwah dalam penafsiran
yang begitu rumit sehingga perlu ditelaah lebih dalam lagi. Ini disebabkan
karena informasi yang mereka dapat dari beberapa sumber yang berbeda.
Dakwah sendiri secara umum
berarti menyampaikan, apa yang disampaikan yaitu berupa ajaran agama atau
tindakan yang baik menurut kaidah maupun syariat. Cara atau metode dalam
penyampaiannya bisa dalam berbagai hal, dapat berupa berbicara langsung kepada
pendengar maupun dengan media pembantu seperti media massa ataupun media
sosial. Ciri umum dari praktek berdakwah ini adalah ketika seorang
pendakwah/penceramah memberikan pengetahuan atau materi yang disampaikan baik
secara langsung maupun tidak dengan tujuan agar mengikuti atau menjalankan apa
yang telah disampaikan oleh penceramah/pendakwah. Dalam prosesnya dakwah
mengalami berbagai perkembangan baik secara waktu maupun tempat. Dakwah pada
zaman Rosulullah SAW sangat jauh berbeda dengan dakwah zaman walisongo,
begitupun dakwah pada zaman sekarang yang dimana semua hal bergantung pada
teknologi. Dakwah pada zaman dahulu berkarakteristik sangat sempit, seperti
tidak ada kebebasan untuk menjalankan dakwah. Sangat berbeda dengan masa
sekarang yang bebas untuk melakukan dakwah, dimanapun, kapanpun dan siapapun
dapat melakukan kegiatan berdakwah. Kegiatan menyampaikan atau mengajak orang
lain utuk berbuat baik adalah salah satu contoh dakwah yang dapat dilakukan
pada zaman sekarang. Selain itu menyiarkan ajaran agama melalui media sosial
juga termasuk dakwah yang dapat dilakukan pada zaman yang serba terknologi.
Kebebasan dalam menyebarkan suatu ajaran dianggap sebagai cara yang efektif
dalam mensiarkan suatu ajaran. Namun dalam konteks kebebasan harus ditekankan pada
sikap menghargai dan toleransi terhadap ajaran lain. Dengan sikap seperti itu kegiatan
yang dilakukan seperti dakwah akan dipandang baik di kalangan publik, daripada
harus mencela agama lain dan menganggapnya sebagai ajaran yang sesat.
Dengan kebebasan yang
diberikan pada zaman sekarang ini, banyak terjadi peyelewangan teradap kegitan
berdakwah. Kegiatan yang dianggap mencela atau menghina agama bahkan aliran
sesama agama pun kian marak terjadi dikalangan publik. Seperti sudah menjadi
sebuah budaya kegiatan yang justru tidak baik ini dilakukan terus menerus meskipun
sudah ada sanksi yang mengikatnya. Selain itu berbagai metode yang dianggap
kurang kreatif menjadikan kegiatan berdakwah kian surut peminatnya. Ini bisa
dikarenakan karena masyarakat lebih terpaku pada sistem dakwah pada zaman dahulu, sehingga sedikit sulit menerima
dakwah yang disampaikan pada sekarang ini. Keterpakuan ini menyebabkan dakwah
menjadi sangat kaku dikalangan masyarakat, dakwah hanya menjadi sebuah sarana
hiburan ataupun sekedar penyejuk hati sementara. Selain itu dakwah yang kian
bebas menyebabkan banyak proses berdakwah yang mengedepankan kekerasan maupun
tindakan pemaksaan. Kondisi yang seperti ini mengakibatkan islam khususnya
dipandang tidka baik oleh publik. Dengan berbagai problema tersebut menjadikan
dakwah khususnya islam menjadi kurang dalam hal pemintanya. Jika ini terus
terjadi berkelanjutan tidak dipungkiri dakwah akan dicabut kebebasannya, sehingga
akan kembali ke zaman dimana dakwah dilarang dan dianggap sebagai sebuah
ancaman. Untuk itu para pendakwah harus
memperhatikan tata tertib atau norma dalam mengadakan kegiatan yang berbau
dengan dakwah atau hal yang bersangkutan dalam penyebaran agama. Hal ini tidak
bermaksud dakwah dilarang atau tidak boleh dilakukan, namun perlu adanya
pembatasan dalam kegiatan berdakwah. Tidak serta merta dakwah bebas dilakukan
di kalangan publik. Beberapa konteks yang bersangkutan dengan kemunduran dakwah
diera modern seperti ini.

0 komentar :
Posting Komentar