Literature 2
Relasi Agama dan Teori Sosial Kontemporer
Hingga hari ini, wacan seputar relasi agama dan
teori sosial masih menjadi penggalan endek dari sejarah panjang peradaban
manusia. Sejumlah pernak-pernik dari
grand wacana hubungan panjang dan tak pernah berujung antara agama dan
perubahan sosial ini dapat kita lihat secara jelas, misalnya dengan adanya
fundamentalisme agama, konflik antaragama, dan lain sebagainya.
Lantas, di manakah letak agama dalam perubahan
sosial semacam itu ?
Dalam perspektif sosiologis, agama dipahami sebagai
fenomena dan fakta sosial yang dialami ileh banyak orang. Dengan kata lain,
sosiologi coba mendekati agama dari sisi praktisdan wilayah sosialnya. Sebab,
ilmu ini tidak akan bisa berkata apa-apa tentang relevansi agama dalam
kehidupan manusia jika sekadar melihat agama sebagai sistem (dogma dan moral),
tanpa menelistik lebih dalam lagi hingga menjangkau bukti-bukti empiris dari
sistem itu. Singkatnya, sosiologi hendaknya mencari atau menyoroti dimensi
sosiologis dari bukti-bukti empiris atau fenomena agama.
Weber, sebagaimana beberapa sosiolog lainnya, pun
mengakui bahwa agama sebagai pengalaman transeden merupakan nyawa bagi perilaku
manusia, yang meniscayakan serpihan-serpihan aksiologis. Oelh karena itu, dalam
buku yang garang membelejeti kerangka
filosofis Nietzsche, Hume, Buber,
Borges, Freud hingga Foucault ini, Bryan S. Turner menegaskan satu mainstream bahwa agama sebagai karya
Tuhan akan senantiasa dibedah dan disimbiosiskan dengan beragam teori sosial
sebagai karya manusia. Inilah letak pentingnya buku besar sosiologi ini.

0 komentar :
Posting Komentar