Jumat, 15 Juli 2016

Rindu


Guntur menggelegar bak meriam perang berhamburan,
Kilat menyambar cahaya terang silaukan mata,
Hati kesah menanti adinda nan jauh sana,
Tapi cinta daku yang takkan padan oleh hujan yang mendera,
Badai topan pun takkan mampu menghalau rasa rindu daku pada adinda,
Daku berharap pada hujan di malam ini yang deras,
Semoga cinta adinda takkan luntur di makan masa,    
-Ga-

Harapan yang sirna


Jalan yang dulu tertata rapi,
Kini sudah tak ada wajah asli,
Sekian lama daku pergi merantau,
Demi adindaku yang slalu menunggu,
Tapi, . . .
Semua terasa pedih,
Pahit mataku tak sesakit hati ini,
Adinda kini tlah dipinang laki-laki lain,
Daku dengar dia anak saudagar dan priyai,
Tega, . . .
Bagai raga yang tertembak beribu peluru,
Tubuh daku dingin dan kaku,
Mendengar berita yang mengejutkan itu,
Apa salah daku pada engkau adindaku ?
Tega sekali engkau menghianati daku yang tulus,
Tak kira berapa tetes air mata yang jatuh mengalir,
Hanya sendu dalam tangis,
Terasa hati yang teriris,
-Ga-

Sabtu, 11 Juni 2016

Kegalauan


Malam yang terasa dingin,
Membekukan tubuh yang tlah rapuh ini
Dibawah langit menangis aku tertunduk
Meratapi takdir yang tlah terjadi
Ingin ku teriak dan ku tangis sekuat hati
Tapi apa daya, tubuhku tlah lemas, tak dapat aku berbuat apa2
Hanya tesipu aku dipinggir jalan
Mengisak tiada henti bersama langit
Seakan mengerti akan sakit hatiku
Langit semakin deras menangis

Senin, 16 Mei 2016

Malam di Tepi Pantai





Karya : Gallih Ari Fadli
Sudah cukup lama sejak hari itu, tak ku jumpai langit seindah ini
Bintang yang bertaburan bagai disebar malaikat
Bulan bersinar menyinari luasnya dunia
Angin yang sejuk berhembus membelai sekujur tubuhku
Kurasa nyaman, sembari menghela nafas panjang
Malam yang tenang, dengan iringan merdu deburan ombak

Sudah lama sekali, . . . .
Tak kurasa kebebasan seperti ini
Bagai burung yang terlepas dari sangkar
Ingin ku terbang mengelilingi indahnya dunia
Dengan sayap kecilku ingin ku luapkan perasaan ini
Perasaan yang teramat dalam
Bebas aku menikmati indahnya dunia

Lantas kenapa air mata ini bercucuran ?
Adakah beban yang masih aku panggul ?

Kurasa bukan beban
Melaikan perasaan yag tak dapat tergambarkan oleh apapun jua
Kebebasan dari jeratan tugas-tugas yang membelenggu
Menjirat leherku, hingga ku tak bisa apa-apa
Tapi kini semua itu tlah berlalu
Kini, malam ini akan ku nikmati malam yang indah ini
Meski aku tak tau seberapa lama aku bisa seperti ini
Dalam lamunan ditepi pantai Sanur
  
 -Ga-