Jumat, 02 September 2016

Anak Komunikasi


Komunikasi adalah suatu interaksi yang terjadi pada setiap makhluk hidup, entah itu kepada sesamanya atau kepada yang lainnya. Sebagai manusia -yang juga makhluk hidup kita tidak bisa lepas dari yang namanya komunikasi. Karena hal tersebut akan memungkin kita akan menerims informasi. Media sebagai perantara antara komunikator dan komunikan menjadi peranan penting dalam komunikasi. Dewasa ini perkembangan teknologi dalam media komunikasi. Tercatat dari awal tahun 2000 sampai sekarang banyak inovasi mengenai media komuniasi. Namun sayang, media komunikasi yang canggih ini mempunyai efek samping yang mengkhawatirkan. Bagaimana tidak dengan semakin berkembangnya tekonologi, ini akan membuat jarak yang cukup jauh bagi penggunanya dari kancah sosial. Meskipun mereka akan dimudahkan dalam berkomunikasi tapi jika tidak bisa bijak dalam penggunaanny, akan sangat memungkinkan itu berakibat buruk, baik dari si pengguna maupun sosialnya.
#KPI_BERKOMUNIKASI
-Ga-

Kamis, 01 September 2016

Catatan Pertama


Liburan sudah terlewat, tak terasa bangku kuliah mulai ku rasakan. Huufft, . . . . diawal sudah kuraasakan ini bakal menjadi semester terpanjang dalam sejarah perkuliahan ku. Sekarang sudah kualami, hari2 yang berat, tumpukan tugas, dosen super K. Sampai teman2 yang b*ngsat pun sudah aku cicipi. Memang hidup itu keras, pedas, jika tak dilewati maka tak akan mampu aku untuk dewasa.
Pedih sih, ini memang perih, tapi inilah kehidupanku, ini hanya coretan hitam diatas putih. Hanya kata2 tak bermakna yang ku tulis untuk meringankan beban hidup ku.
-Ga-

Jumat, 15 Juli 2016

Rindu


Guntur menggelegar bak meriam perang berhamburan,
Kilat menyambar cahaya terang silaukan mata,
Hati kesah menanti adinda nan jauh sana,
Tapi cinta daku yang takkan padan oleh hujan yang mendera,
Badai topan pun takkan mampu menghalau rasa rindu daku pada adinda,
Daku berharap pada hujan di malam ini yang deras,
Semoga cinta adinda takkan luntur di makan masa,    
-Ga-

Harapan yang sirna


Jalan yang dulu tertata rapi,
Kini sudah tak ada wajah asli,
Sekian lama daku pergi merantau,
Demi adindaku yang slalu menunggu,
Tapi, . . .
Semua terasa pedih,
Pahit mataku tak sesakit hati ini,
Adinda kini tlah dipinang laki-laki lain,
Daku dengar dia anak saudagar dan priyai,
Tega, . . .
Bagai raga yang tertembak beribu peluru,
Tubuh daku dingin dan kaku,
Mendengar berita yang mengejutkan itu,
Apa salah daku pada engkau adindaku ?
Tega sekali engkau menghianati daku yang tulus,
Tak kira berapa tetes air mata yang jatuh mengalir,
Hanya sendu dalam tangis,
Terasa hati yang teriris,
-Ga-