Rabu, 09 November 2016

Jurnal I


PENGARUH PSIKOLOGIS DALAM AJARAN
MISTIK KEJAWEN


Gallih Arifadli

ABSTRAK

Dalam berbagai penganut mistik mananpun khususnya mistik kejawen pasti akan melakukan suatu ritual-ritual yang mereka percayai. Banyak dari tujuan ritual ini adalah untuk memanggi roh para leluhur, tapi untuk mistik kejawen sendiri ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam berbagai kitab kuno dalam ajaran mistik kejawen menyatakan bahwa kita sebagai manusia dapat "manunggal ing Gusti" dalam artian kita dapat menyatu dengan Tuhan untuk mencapai tingkat hidup yang paling tinggi. Namun dalam pratiknya, ritual ini malah menjadi sebuah ritual pemanggilan roh leluhur untuk menjadikan hidup lebih baik. Biasanya dalam ritual ini ditujukan untuk kenaikan pangkat, melancarkan usaha, mendapat jodoh dan lain sebagainya. Sungguh miris yang dimana pada awalnya mistik ini mempunyai nilai estetika yang baik tapi oleh sebagian orang disalah gunakan dengan tidak baik.

KATA KUNCI:
Mistik Kejawen, Manunggaling Kawula Gusti, Syekh Siti Jenar, Psikologi Agama, Perilaku Penganut.

PENDAHULUAN
Di dunia ini mempunyai banyak sekali ajaran dan agama yang tersebar diseluruh penjuru dunia. Semua ajaran atau agama itu pada hakikatnya sama yaitu menyembah Sang Pencipta Alam. Namun dalam ritusnya mempunyai perilaku yang berbeda. Ada yang melakukan dengan cara beribadah secara kontinu, atau melakukan suatu ritual untuk menghormati atau memuja Tuhan. Dalam bukunya The Great Transformation : Awal Sejarah Tuhan, Karen Amstrong menjelaskan bahwa setiap negara didunia mempunyai sejarahnya sendiri dalam mencari dan menyembah Tuhan. Adanya animisme dan dinamisme merupakan titik awal dari perkenalan masyarakat primitif terhadap Tuhan. Seiring berjalannya waktu para penganut ajaran agama ini terus melakukan berbagai ritus-ritus yang mereka percayai untuk mendekatkan diri mereka atau mendekatkan diri mereka kepara roh alam sebagai bentuk peribadatan ataupun sebagai bentuk penghormatan karena telah diberikan berkah atau malah sebaliknya mereka baru terkena musibah yang menyengsarakan mereka. Para masyarakat primitif ini dalam beberepa penilitan yang dilakukan menunjukkan bahwa rasa syukur mereka atau permohonan maaf mereka adalah satu hal sakral yang harus diperingati dengan ritual-ritua tertentu. Secara psikologis, keadaan ini merupakan tindakan yang wajar. Karena mereka perlahan mulai terdktrin oleh adanya satu roh yang mengatur alam yng memberikan mereka kebahagiaan. Jika mereka melanggar sang roh penguasa alam ini maka dalam benak mereka telah disematkan bahwa mereka akan mendapat kesengsaraan atau malah kematian. Dari berbagai ritual yang ada satu yang tidak bisa lepas dari msayrakat primitf adalah sesembahan roh dari sebagaian mereka untuk diberikan kepada roh alam. Lagi-lagi ditemukan alasan bahwa itu merupakan bentuk rasa syukur atau permohonan ampun dari semua kesalahan yang telah diperbuatnya. Dalam masyarakat primitif lainnya, praktik sesembahan roh ini selain untuk kedua hal tersebut juga ditujukan kepada orang yang dianggap mengundang marabahaya untuk dikorbankan dan rohnya diberika kepada roh penguasa alam, dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari kesialan atau kesengsaraan.
Semua ajaran atau agama pasti meiliki sisi mistik didalamnya. Dan dalam perkembangannya mistisisme mulai berkembang diseluruh dunia tak terkecuali Indoneia. Di indonesia ada kurang lebih 300 ajaran agama dan 6 agama resmi dari pemerintah. Dari sekian banyak ajaran itu tujuan mereka sama menyembah Tuhan. Namun dilakukan dengan cara dan perilaku mereka masing-masing. Kekentalan budaya di Indonesia menambah kesan mistis dalam setiap daerah di Indonseia. Karena pada awalnya jauh sebelum Indonesia merdeka, buadaya mistik di Indonesia mulai lahir, seiring berjalannya waktu.

MISTISISME

Pengertian tentang mistisisme jika ditelaah secara universal memang masih menuai kontroversi. Para ahli masih melakukan perdebatan mengenai pengertian "mistisisme", karena diantara mereka mempunyai persepsi tersendiri mengenai mistisisme. Perbedaan bukan menjadi suatu bentuk perpecahan, namun disini akan menajadi suatu keberagaman yng selanjutnya akan memunculkan keilmuan yang beru, tak terkecuali adalah keilmuan yangmenyangkut msitisisme. Banyak dari para peneliti psikologi yang berkutik dalam bidang misitsisme dan mereka mempunyai beragam faham dalam mendefinisikan arti dari mistik itu sendiri.

Pengertian
Meski masih menuai pro-kontra, pengertian mistisisme tidak bisa jika harus dikesampingkan. Karena faham ini sudah menyebar dan bahkan sudah ada sejak zaman primitf. Adanya animisme dan dinamisme menjadi bibit awal istilah mistisisme ini. Dalam penelitian yang tilakukan Tylor, Freezer, Geertz, Durkheim dan psikolog lainnya bahwa dalam masayarakat primtif ada satu wilayah yang itu bersinggungan dengan penguasa jagat kosmos. Mereka (masyarakat primitif) beranggapan bahwa ada sebuah penguasa di alam semesta yang  harus disembah. Disitu mulai muncul istilah magis, dan mengarah pada animsime dan dinamisme. Dari situ akan muncul istilah mistisisme karena pada hakikat ketika orang melaukan faham mistik tujuan utama untuk elbih mendekatkan dir pada Tuhan atau Sang Penguasa alam kosmos.
Secara harfiah makna dari mistik sendiri diambil dari yunani Mystikos yang mempunyai arti rahasia, sembunyi atau menutup mata jika dinisbatkan pada kata Mystiek. Dan jika berbicara mengenai msitisisme ini akan mengarah pada kenyakina untuk mendekatkan diri atau behkan menyatukan diri dengan Tuhannya.
Beberapa alasan manusia melakukan ritual mistik merupakan suatu bentuk kurang puasnnya individu dalam mengenal Tuhan atau kurang puas akan apa yang ia dapat baik secara dhohir maupun batin. Oleh karenanya mereka mencari jalan untuk mencari bentu kepuasan tersebut. Selain itu ketika orang terseut merasa dikecewakan oleh kehidupan yang membelitnya atau bahkan tentang urusan agama dan ajarannya. Manusia akan mencari tempat berlindung atau mencari tempat untuk menenagkan diri yang justru akan mengarahkan ia pada pemusatan pemikiran dan dapat mendekatkan pada Tuhan.
Dalam sebuah literasi dijelaskan bahwa mistisisme erat kaitannya dengan batin, karena ketika manusia manjalankan ritual mistik sasaran utama yang dituju adalah batin. Itu sebabnya beberapa ritual dilakukan untuk membersihkan batin manusia dari sifat-sifat buruk dunia, sehingga akan lebih mudah untuk menjalankan mistik ini.

Ciri-ciri
Dalam aspek ini, beberapa ahli menyimpulkan mengenai ciri-ciri yang ada pada faham mistik ini. Dimulai dari ahli filsafat, ahli psikologi, bahkan sampai budayawan ikut andil dalam mengemukakan pendapat mengenai ciri yang ada pada "mistisisme". Beberapa diantaranya mendukung satu dengan lainnya dan ada pula yang saling menjatuhkan teori yang ada. Ini terjadi karena para ahli ini hidup tidak pada zaman yang sama, dan kalaupun mereka hidup pada zaman yng sama, pengaruh kultur lingkungan, guru, dan objek yang mereka teliti berbeda. Teori yang paling fenomenal merupakan teori yng dikemukakan oleh Willian James dalam bukunya "The Varieties of Religius Experience" bahwa ada empat ciri yang bisa disimpulkan untuk mengetahui mistisime:
1.Ineffability
2.    Noetic quality
3.    Transiency
4.    Passivity
Namun, dalam mistisisme yang terlihat jelas bahwa, mistisisme merupakan suatu unsur yang magis, dan mempunyai misteri didalamnya. Karena dalam msitisisme akan ada kepercayaan mengenai sesuatu yang dimana itu dipercaya yang dilakukan untuk mendapatkan kebaikan atau tujuan-tujuan tertentu.

MISTIK KEJAWEN
Dari berbagai mistisisme yang ada didunia salah satunya ada di Indonesia. Mistik di Indonesia merupakaan salah satu yang tertua di dunia. Salah satu mistik yang terkenal di Indoneia adalah mistik kejawen, dimana itu merupakan dua kata yang dijadikan satu yaitu msitik dan juga kejawen. Telah disinggung mengenai mistik diatas bahwa manusia bumi mencoba mendekatkan diri atau menyatu dengan Tuhan. Lalu kejwen sendiri merupakan istilah yang dipakai orang Jawa untuk menyebut sesutu yang sakral dalam budaya masyarakat Jawa. Kedua istilah ini digabungkan menadi mistik kejawen yang kental akan unsur magis, misteri dan mistik itu sendiri.

Syekh Siti Jenar
Mungkin satu tokoh inibegitu asing atau malah sudah terlalu populer dikalangan masyarakat awam. Tapi pada penganut mistik kejawen, beliau ornag yang paling disegani, bahkan menurut sebuah cerita bahwa asal mula mistik kejawen bberasal dari beliau.
Syekh Siti Jenar atau biasa dipanggil, Syekh Lemah Abang, syekh lemahbang, Syekh Siti Abrit adalah seorang ulama muslim yangdipercaya memulai ajaran Manunggaling Kawula Gusti. Tidak begitu jelas asal-usul mengenai beliau, karena pada zaman walisongo semua kisah tentang beliau ditutupi oleh para walisongo. Bukan karena para wali takut ilmunya akan disaingi, ini lebih mengarah pada ajarannya yaitu, Manugglaing Kawula Gusti. Dimana manusia dapat menyatu dengan Tuhannya untuk mencapai benyuk kehidupan yang lebih mulia agar tidak ketergantungan dengan sifat-sifat dunia.
Ajaran lain yang menarik dari Syekh Siti Jenar ini adalah, manusia sekarang berada pada alam kematian dimana dunia ini yang sekarng dilalui manusia merupakan alam kematian dan para manusia yang ada didunia meruupaka bangkai-bangkai yang mati. Kehidupan atau alam kehidupan adalah dimana manusia akan bertemu dengan Tuhan, disana mereka dapat hidup kekal, tanpa adanya keburukan yang terjadi seperti di alam kematian. Dan alam ini akan bisa dicapai ketika manusia dapat Manunggal bersama dengan Gustinya.
Memang kontroversial sekali mengani tokoh yang satu ini. Namun walupun begitu, beliau adalah salah satu penyebar mistik kejawen dan menjadi maskot atau dari beberapa cerita yang ada di Jawa beliau menjadi pedoman dalam melakukan msitik kejawen ini.

Manunggaling Kawula Gusti

Sebuah kata yangg dipercaya dan dijalankan bagi penganut mintik kejawen dalam ssetiap kali ritualnya. Berpedoman pada kitab-kitab terdahulu, bahwa manusia harus bisa manunggal dengan Tuhannya, agar mencapai suatu kehidupan yang lebih baik.
Ritual yang dijalankan pada dasarnya tidak jauh dari mistisisme pada umumnya, namun dalam mistik kejawen ini akan lebih ditekankan pada semedi, atau samadi (bertapa). Karena dengan cara ini mereka dapat menucikan diri dan mulai manunggal dengan Tuhannya. Selain ritual bertapa, hal yang lazim dilakukan lainnya adalah berpuasa. Tentu ini sangat biasa, karena pada dasarnya pula setiap agama maupun aliran kepercayan menyuruh uatnya untuk melakukan puasa. Selain bagus untuk kesehatan, puasa ini juga digunakan sebgai bentuk penyucian diri dari sesuatu yang buruk pada diri manusia. Dengan menjalankan puasa yang telah ditentukkan prasayaratnya, penganut mistik menjalankan dengan maksus dan tujuan untuk menghilangkan semua keburukan yang ada pada diri manusia tersebut. Karena jika ingin menyatu dengan Tuhan maka diri manusia, khususnya rohaninya harus bersih dan terhindar dari sifat-sifat yang buruk, dengan begitu manusia dapat manuggal dengan Tuhannya.
Dilihat dari sisi psikologis orang yang melakukan ritual ini akan merasa pada level nyaman dan tentram bahkan menganggap dirinya itu memauki alam lain yang sangat berbeeda dengan alam manusia pada umumnya. Menurut James orang yang menjalankan mistisime tak terkecuali mistik kejawen akan seperti orang yang beriu meminum ekstasi. Mereka akan terbang melayang-layang sesaat dan ketika mereka sadar mereka akan kembali emnjadi bentuk manusia pada umunya. Ini sedikit terjadi dalam mistik kejawen, kerika seseorang melakukan semedi atau berpuasa sebagi bentuk ritualnya mereka akan melayang-layang dalam artian mereka seperti telah menemukan apa yang mereka cari yaitu mendekatkan diri dengan Tuhan. Namun setelah mereka kembali manjadi manusia biasa, mereka juga akan melakukan kegiatan yang dilakukan manusia pada umumnya.
Ini jelas bahwa laku mistik dalam mistik kejawen mempunyai andil dalam merubah sisi lain dari manusia. Jika pengamalan yang dilakukan benar, maka mereka akan menmukan apa ayng mereka cari. Meski ritualnya memang sedikit aneh dan tidak lazim, tapi itu merupakan bentuk pengabdian mereka terhadap Tuhan yang mereka percayai.

KESIMPULAN
Pengertian tentang dunia mistik didunia maih menjadi sebuah perbedatan hebat antar ahli. Dengan persepsi mereka sesuai bidang yang dijalani, misitisme menjadi sebuah tanda tanya besar bagi pengamat dan para peneliti. Namun bagi para pelaku atau penganut ajaran mistik, itu merupakan suatu keadaan yang sulit untuk dijelaskan, karena itu bukan untuk dijelaskan melalui teori tetapi harus dijalani dengan niat yang kuat.
Dalam dunia Islam jika dikaitkan dengan faham mistik ini mempunyai keterikatan yang kuat, karena pada dasarnya, Islam dan mistik merupakan hal yang berikatan. Para filsof-filsof Islam terdahulu sudah mengenal mistik dan bahkan menjalankan ajaran itu dengan satu tujuan yaitu, untuk lebih mendekatkan diri mereka pada Tuhan Yang Maha Esa.
Ketika Islam masuk ke Indonesia, ajaran mistik ini ikut berkembang di Indonesia tentunya dengan kultur budaya yang ada di Indonesia. Tujuan mereka masih sama, namun disini ditekankan tidak hanya mendekatkan diri pada Tuhan tetapi juga "manunggal" atau menyatu dengan Tuhan agar terhindar dari kehidupan yang buruk dan mencapai level kehidupan yang tinggi dang penuh dengan kedamaian.

DAFTAR PUSTAKA


Endraswara, Suwardi. 2014. Mistik Kejawen. Cet. IV. Jakarta: Narasi.
Saksono, Ign. Gatut. 2014. Tuhan Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Ampera Utama.

Selasa, 08 November 2016

Pendekatan Sosiologi


Sosiologis adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dalam tata kehidupan bersama. Asumsi dasar pendekatan sosiologis terhadap agama adalah bahwagejala-gejala dapat di mengerti dengan menganalisisnya sebagai gejala sosial sebagai suatu yang tercipta dalam hubungan antar manusia.
Teori sosiologis tentang  watak agama serta kedudukan dan signifikasinya dalam dunia sosial mendorong di terapkannya serangkaian kategori-kategori sosiologis yaitu:
1.      Stratifikasi sosial
2.      Kategori bio sosial
3.      Pola organisasi soaial
4.      Proses sosial
Dalam kaitan ini ada beberapa teori sosial yang dapat di gunakan sebagai pendekatan dalam melakukan kajian atau penelitian islam.
11.   Fungsionalisme struktural
Teori ini dianggap paling dominan dalam sosiologis hingga tahun 1960-an. Ilmuan dalam teori ini adalah Kingsley Davis. Davis menyatakan bahwa pengujian institusi atau perilaku tertentu dalam masyarakat dapat di lakukan melalui analisis fungsional. Teori ini memendang subsistem-subsistem memiliki konskuensi.
22.    Tindakan
Pada intinya setiap tindakan orang sosial itu ada maknanya. Welber mengemukakan lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologis yang terkait dengan tindakan sosial yaitu :
a.       Tindakan manusia
b.      Tindakan nyata
c.       Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi
d.      Tindakan itu diarahkan pada seseorang atau kepada beberapa individu
e.       Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain

Ocehan Tentang Bibit


Ketika kita mempunyai sebuah bibit kecil, apakah kita akan bingung, bibit itu akan kita apakan?? apa akan kita tanam ?? atau kita biarkan ??
pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan, dan pada suatu ketika kita memilih jawaban atas pertanyaan kita. namun setelah kita lakukan hal tersebut terjadi keraguan atas pilihan kita. seharusnya ini tidak begini ??? keluh kita. lalu kita mencoba hal yang satunya, namun hasilnya tetap sama. apa yang salah ?? aku pilih itu tapi salah, aku pilih yang ini tapi salah, sungguh tidak adilnya hidup ini ??? keluh kita lagi. 
alangkah lebih baik, jika sebuah bibit yang baik ditanam dalam wadah yang baik, dan jangan biarkan bibit buruk masuk dalam wadah tersebut. namun jangan biarkan pula bibit buruk itu ditanam dalam wadah yang buruk. 
jikapun tidak ingin menanam bibit baik tersebut alangkah lebih baik jika tidak menghilangkan bibit tersebut. biarkan mereka tumbuh sesuka hati mereka, toh kita juga yang akan memanennya.

ini hanyalah sebuah ocehan belaka, kata2 tak bermakna namun syarat dengan filosofi. lebih baik tebarkan bibit kebaikan dalam wadah yag buruk dari pada menebarkan bibit buruk pada wadah yang baik.

SECARIK CATATAN SEJARAH




Seperti pohon yang besar, yang memiliki akar, batang, dahan, ranting, dan daun, seperti halnya sejarah. Sejarah tidak datang secara tiba-tiba. Sejarah datang melalui sebuah proses. dalam sebuah sejarah akan ada beberapa tokohyang hilang dalam pusaran sejarah, hal itu terjadi karena mereka tidak terseleksi dalam proses tersebut. Hukum sejarah mengatakan bahwa "apa yang terjadi dimasa depan ada hasil pertanggungjawaban dari yang kita lakukan saat ini". sebuah sejarah selalu bersifat sbjectif karena hasil dari interpretasi dari sejarawan.Untuk mengenang sejarah yang kita buat harus ada sumber yang valid. Tuylisan adalah salah satu sumber sejarah yang valid. Hukum sejarah berkata "ingatan sering lupa tapi tulisan mengingatkan". Tulisan semua pengalaman yang terjadi dalam hidup, baik/buruk/senang/menderita. meskipun itu hal yang paling mengecewakan atau memalukan,jika itu bagian dari hidup kita maka wajib untuk ditulis. Karena ketika hal biasa ditulis maka itu akn menjadi hal yang luar biara di kemudian hari. Dari tulisan inilah kita akan menjadi beda dengan orang lain. Seperti orang sedang naik kereta api dengan melihat kebelakang. ia dapat melihat ke kanan dan ke kiri. Yang tidak dapat ia kerjakan adalah melihat ke arah depan. (kuntowijoyo)